Connect with us

Bisnis

Gerakan Semangat Kurangi Plastik

Dorong Transformasi Wisata di Kampung Berseri Astra

-

PILAH SAMPAH -- Kotak Semangat Astra disediakan di Grup Astra (Astra Isuzu) guna memudahkan para karyawan dalam memilah jenis sampah plastik yang dibuang.

MAKASSAR, BKM — Ibarat bumi dan langit, berwisata lekat dengan segala hal yang bersifat praktis. Salah satunya penggunaan plastik sekali pakai. Sayangnya, barang-barang tersebut kerap menjadi sampah yang ditinggalkan di lokasi wisata, mulai dari sisa botol minuman hingga sisa kemasan makanan ringan.
Melihat fenomena sampah wisata tersebut, saat ini di industri pariwisata mulai mengenal istilah wisata berkelanjutan (sustainable travel) yang mengusung konsep berwisata dengan perilaku yang lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Dengan menerapkan perjalanan wisata yang ramah lingkungan, maka wisatawan turut mendukung upaya menuju bebas polusi plastik dan menurunkan jumlah penggunaan plastik sekali pakai saat berlibur.
Astra bersama perusahaan-perusahaan Grup Astra dan yayasan di bawah naungan Astra melaksanakan gerakan Semangat Kurangi Plastik yang bertujuan untuk mengajak masyarakat luas dalam mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik sekali pakai.
Gerakan Semangat Kurangi Plastik yang dijalankan di Grup Astra dan yayasan-yayasan Astra sebagai wujud kepedulian dalam menjaga lingkungan sejak Februari 2020 ini telah berhasil mengurangi 423,5 ton sampah plastik hingga Maret 2021. Angka tersebut berasal dari 72,2 ton sampah plastik dari Grup Astra dan selebihnya yaitu 351,3 ton yang dikelola dari 86 bank sampah binaan Grup Astra di seluruh Indonesia.
Berbagai macam pengolahan sampah plastik dilakukan melalui program 6R yakni refine, reduce, reuse, recycle, recovery, dan retrieve to energy untuk memastikan program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Berbagai kegiatan untuk mengurangi sampah plastik juga diterapkan oleh masyarakat di Kampung Berseri Astra (KBA) Gedangsari, Yogyakarta. Kuatir akan kondisi sungai di wilayah mereka yang mulai tercemar dan dipenuhi sampah rumah tangga seperti plastik, popok bayi, dan sisa makanan, hal ini membuat warga sekitar mulai sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
”Dulu miris ya melihat anak-anak yang suka main di sungai berisiko gatal-gatal saat pulang ke rumah karena banyaknya sampah yang dibuang langsung warga ke sungai itu,” ungkap Sri Dwi Prasetyo, penggerak KBA Gedangsari.
Berangkat dari fenomena tersebut, Dwi bersama warga sekitar mulai menyediakan bak sampah di sekitar sungai, edukasi rutin terkait pentingnya pengolahan sampah rumah tangga, dan implementasi program bank sampah yang sekaligus dapat menambah pendapatan warga di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Hasilnya, selain jumlah sampah di sungai yang berkurang hingga 70 persen, warga sekitar juga sudah memiliki kesadaran untuk memilah sampah rumah tangga dengan baik dan benar. (mir)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini