Connect with us

Headline

Kejati Dapat Dua Mobil Mewah Seharga Rp1,1 Miliar

Barang Bukti Milik Tersangka TPPU Bank Sulselbar

-

BKM/RAHMAT MOBIL MEWAH-Barang bukti dua mobil mewah milik tersangka Muh Iqbal Reza Ramadhan kini diamankan di halaman kantor Kejati Sulsel.

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus memburu aset milik Muh Iqbal Reza Ramadhan, tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba. Dua mobil mewah milik account officer bank BUMD tersebut berhasil didapatkan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Idil, mengaku telah menerima barang bukti tersebut. Kendaraan roda empat berupa Toyota Voxy warna hitam bernomor polisi DD 442 ZZ milik tersangka diperoleh dari pihak keluarga, yang diantar dan diserahkan melalui kuasa hukumnya. Mobil keluaran tahun 2019 ini ditaksir seharga Rp500 juta.

Ada pula mobil Honda Civic turbo warna hitam DD 1030 HO keluaran tahun 2019. Harganya diperkirakan Rp600 jutaan. Kedua mobil dengan harga Rp1,1 miliar itu kini terparkir di halaman kantor Kejati Sulsel Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.
Menurut Idil, masih ada beberapa barang bukti lainnya yang masih sementara dan terus dikejar oleh penyidik. Seperti motor dan mobil yang diduga masih disembunyikan dan dikuasai oleh keluarga tersangka.

“Kita masih terus mengejar aset barang bukti milik tersangka, yang diduga dibeli dari hasil kejahatan korupsi tersebut, ” ucap mantan Kasi Pidum Kejari Sidrap ini, Senin (19/4).
Aset tersebut diserahkan di hari yang sama, Jumat (16/4), ketika penyidik Kejati memeriksa sejumlah keluarga tersangka Muh Iqbal. Mereka yang diperiksa adalah ayah, istri, kakak, adik dan ipar tersangka. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menemukan aset tersangka yang lain.
Menurut Idil, dalam pemeriksaan tersebut, pihak keluarga sudah menjanjikan untuk kooperatif dengan penyidik terkait proses pengungkapan perkara TPPU pada kredit fiktif senilai Rp25 miliar.
“Pemeriksaan mereka dilakukan hari Jumat. Keluarga tersangka menyatakan akan kooperatif. Kita tunggu saja realisasinya ke depan,” tandasnya.
Dalam kasus ini, Muh Iqbal dalam jabatannya sebagai AO Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba diduga kuat melakukan pemalsuan 106 dokumen pengajuan kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya. Perbuatan tersebut berlangsung sejak 2016 hingga 2021. Tersangka pemroses pemberian kredit fiktif dengan nilai kredit keseluruhan sebesar Rp25 miliar dengan keuntungan untuk diri sendiri. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini