Connect with us

Politik

Sisa Butuh Empat Kursi Menuju Pilgub

Sepuluh Tokoh Layak Kendarai Golkar

-

MAKASSAR, BKM–Partai terbesar di Sulsel yakni Golkar akan menjadi incaran sejumlah tokoh, baik itu dari kalangan pengusaha, birokrat, praktisi apalagi politisi agar dapat menjadi kendaraan pada pemilihan gubernur (pilgub) 2024 mendatang.
Dengan modal 13 kursi, maka golkar tinggal membutuhkan tambahan empat kursi lagi agar dapat mengusung pasangan calon.
Sedikitnya ada sepuluh nama yang mencuat layak mendapat dukungan dari partai yang dipimpin Taufan Pawe (TP) ini. Kesepuluh nama itu yakni ketua DPP Golkar HAM Nurdin Halid (NH), anggota Fraksi Golkar DPR RI Supriansa, plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, pengusaha Erwin Aksa, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Bone Andi Fahsar M Pajalangi, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Bupati selayar Basli Ali, hingga Wali Kota Parepare yakni TP sendiri.

Hal berbeda dengan lima partai papan atas lainnya yang tentu masih mengunggulkan ketuanya untuk diusung baik untuk posisi bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur. Kelimanya yakni Rusdi Masse dari Nasdem, Andi Iwan Darmawan Aras dari Gerindra, Ni’matullah Erbe dari Demokrat, Muzayyin Arif dari PKS serta Ashabul Kahfi dari PAN.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad mengakui persaingan memperebutkan dukungan atau rekomendasi Golkar tentu akan sangat ketat dan menarik.
“Jika dibanding dengan figur partai lain. Saya kira kader potensial Golkar maju pilgub Sulsel 2024 akan sengit. Karena mulai tokoh nasional atau DPP hingga daerah akan berkompetisi cari panggung,”ujar Firdaus Muhamad, Senin (19/4).

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini menyebutkan bahwa meski saat ini kader menggaungkan tekad mendukung Taufan Pawe sebagai ketua, namun dinamika politik kedepan akan ditentukan publik sesuai elektabikitas dan popularitas masing-masing bakal calon.
Menurutnya, salah satu figur yang potensial dan patut diperhitungkan baik adalah Bupati Gowa, Adnan Puchrita, bahkan keponakan Syahrul Yasin Limpo ini juga sudah dilirik oleh partai lain.
“Kita tau akar rumput Golkar masih kuat, TP ada juga kelemahan, yang jelas potensi kader akan dilihat dari elektoral, maka saatnya membranding diri dari sekarang,” tuturnya Firdaus.
Meski demikian, Firdaus menegaskan bahwa Golkar akan kehilangan peluang menang jika para kader mempertahankan ego dan sama-sama maju di pilgub nanti.
Menurutnya, mekanisme harus dipertahankan dengan cara mendorong satu figur di internal. Karena itu, harus ada tokoh yang layak jual sesuai harapan dan elektoral nya.
“Bagi yang memiliki survei rendah, jangan paksakan diri maju, meski itu adalah ketua DPD I atau pengurus DPP, jika memang elektoralnya rendah sebaiknya mengalah untuk kemenangan usungan golkar di Pilgub Sulsel,” terangnya.
Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Ras MD berujar ada beberapa figur punya elektoral tinggi di internal Golkar, yakni NH dan Adnan Purichta. “Tentu peluang NH makin terbuka, pertama sebagai elit Golkar dan punya pengalaman bertarung di pilgub, ketiga secara finansial cukup. Adapun Adnan semakin dilirik oleh aprtai lain karena tingkat kesukaannya semakin tinggi,” terangnya.
Meski lima daerah yang punya ketua baru telah memberikan dukungan ke TP, namun penentunya ada di DPP yakni Selayar, Pangkep, Maros, Torut dan Makassar.
Hal ini karena masih banyak kader yang menilai TP belum berhasil menumbuhkan partai berlambang pohon beringin rindang ini di Sulsel.
Pengamat politik Dr Ali Armunanto mengakui bila TP kurang mampu memainkan irama organisasi dan juga tidak mampu memperluas pengaruh dan grup politiknya sehingga pergerakan organisasi menjadi lambat dan kebijakan-kebijakannya tidak terimplementasi dengan baik. “Saya rasa TP seharusnya lebih bisa mengkonsolidasikan kepemimpinannya melalui proses kompromi politik, bukan hanya sekedar mengganti atau memecat anggota yang dianggap tidak loyal. Lebih dari itu dia seharusnya mampu merangkul semua unsur organisasi partai untuk menguatkan posisinya,”pungkas Armunanto. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini