Connect with us

Headline

THR tak Boleh Dicicil, Dibayar H-7 Idul Fitri

-

MAKASSAR, BKM — Surat edaran terkait pembayaran tunjangan hari raya oleh perusahaan kepada karyawannya telah diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan. Ada beberapa perubahan ketentuan dan jadwal THR tahun ini. Perusahaan tidak lagi diberikan keringanan untuk mencicil THR buruh atau pekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Andi Darmawan Bintang, mengaku pihaknya sudah mendapatkan edaran tersebut. Masing-masing perusahaan diminta untuk membayar sekaligus THR sesuai yang ditetapkan. “THR diberikan paling lambat seminggu atau H-7 sebelum Idul Fitri,” ucap Andi Darmawan Bintang, Senin (19/4).
Kendati begitu, perusahaan yang masih merasakan dampak pandemi boleh saja menunda pembayaran THR, namun harus membuka komunikasi secara transparan dengan karyawannya. “Itu harus disampaikan secara transparan. Mereka harus mempresentasikan di mana letak kekurangannya. Apakah betul-betul terdampak covid atau tidak. Harus melapor ke Disnaker,” terang Darmawan Bintang.
Paling tidak, lanjutnya, untuk penundaan diberikan batas waktu hingga H-1 lebaran. “Kalau memang tidak mampu, kan minimal ada pembicaraan. Lalu soal waktunya, kan aturannya H-7. Tapi kalau mau tunda sampai minus satu lebaran, bisa,” ujarnya.
Untuk menjaring keluhan karyawan, Disnaker membentuk posko pengaduan. Dengan begitu siapapun bisa melaporkan perusahaan yang tidak memberikan hak karyawannya.
Bagi perusahaan yang bandel, sanksi tegas akan menunggu. Mulai dari teguran lisan, penutupan usaha parsial, hingga penutupan usaha secara tetap.
“Pertama, sanksi administrasi terkait dengan aturan. Yang kedua, sanksinya akan dibatasi usaha mereka. Kalau ada cabang di luar, ditutup cabang luar. Sanksi ketiga adalah menutup perusahaan itu,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar Muammar Muhayang, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ke seluruh pengusaha agar membayar full THR pekerjanya. Perusahan di bawah naungan Apindo optimistis akan membayar penuh THR karyawan. “Insyaallah, perusahaan yang dibawahi Apindo akan membayar 100 persen sesuai ketentuan. Apalagi rata-rata perusahan sudah tahu edaran itu,” ujarnya.
Khusus untuk perusahaan yang masih terganggu kondisinya akibat pandemi, menurut Muammar, harus membicarakan dengan karyawannya. Ia berharap, kebijakan tersebut bisa meningkatkan daya beli pekerja dan buruh dalam rangka menggerakkan perekonomian. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini