Connect with us

Headline

Baru Jadi Kadus, Ibu Dibunuh di Depan Putrinya

-

BKM/MUH AMIN KADUS DIBUNUH-Aparat kepolisian serta warga berada di rumah Aliani, kepala Dusun Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba yang tewas dibunuh secara sadis. Almarhumah Aliani semasa hidup.

BULUKUMBA, BKM — Peristiwa tragis menimpa seorang perempuan bernama Aliani. Wanita yang juga kepala Dusun Katangka, Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini meregang nyawa hingga akhirnya meninggal dunia di depan putri satu-satunya. Peristiwa berdarah itu terjadi di depan rumahnya, Senin siang (19/4).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kammisi. Ia melihat Aliani dengan posisi tersungkur di depan kediamannya dengan kondisi bersimbah darah. Kammisi lalu memanggil Abd Latif, seorang warga lainnya untuk melihat dan memeriksa korban. Namun, Aliani sudah tak lagi bernyawa. Kedua saksi kemudian mengangkat tubuh korban masuk ke dalam rumahnya.
Kejadian sadis itu sontak menghebohkan warga sekitar. Bagaimana tidak, tubuh korban yang ditemukan warga tergeletak kaku di tanah dengan luka sobek di bagian dada, kepala, tangan dan betis bekas bacokan benda tajam. Ada pula luka memar di bagian wajah bekas pukulan benda tumpul
Menurut Kammisi, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada pukul 13.00 Wita, sesaat setelah korban pulang dari tempat kerjanya di kantor desa. Kondisi saat kejadian cukup sunyi, karena tetangga sedang tidur siang, sehingga tidak ada warga yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Namun, pada saat kejadian, di rumah itu korban bersama putri satu-satunya. Korban berstatus janda. Dari pengakuan sang anak yang melihat ibunya dibantai, ia mengetahui pelaku. ”Saya tahu mukanya, seperti yang semalam datang di rumah nenekku,” katanya dengan polos disertai suara tangisan.
Kepala Desa Karama Jusman, mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa perangkat desanya. Ia menyebut cara pelaku menghabisi nyawa sang kepala dusun tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan.
”Dia (korban) baru saja menjabat kepala dusun. Belum cukup satu bulan dia terpilih. Seharusnya, kalau ada persoalan, bisa dibicarakan dengan baik-baik,” tandas Jusman.
Menurut dia, pelaku pembunuhan belum diketahui secara pasti. Namun, ada oknum yang dicurigai. ”Kami belum tahu pasti siapa pelakunya. Biarkan polisi menyelidiki, walaupun sebenarnya sudah ada yang dicurigai” terangnya.
Ia menceritakan, beberapa waktu lalu, korban Aliani sempat ke rumahnya untuk menyampaikan keluhan warga. Ia juga mengaku mendapat ancaman.
“Kemarin malam Bu Kadus sempat ke rumah. Dia menyampaikan keluhan warga, dan mengatakan kalau dirinya diancam jika permintaan tidak dikabulkan,” bebernya.
Walau begitu, Jusman masih enggan menyebut identitas orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Rilau Ale Iptu Amri, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan olah TKP, yang dibantu oleh personel Polres Bulukumba. ”Kami dari Polsek Rilau Ale bersama personel Polres Bulukumba sementara melakukan penyelidikan. Dari informasi yang kami dapat, baik dari saksi dan keterangan warga, sudah ada yang kami curigai sebagai pelakunya,” jelas Iptu Amri. (min)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini