Connect with us

Politik

Bupati dan Parpol Pengusungnya Mulai Renggang

Gegara Tindakan Bupati Tanpa Persetujuan Dewan

-

IST MENGGELAR RDP--DPRD Bulukumba menggelar RDP bersama seluruh pimpinan Komisi, Sekda, Dishub, Bidang Aset BPKD dan Dinas Lingkungan Hidup di ruang rapat paripurna, Selasa (19/4).

BULUKUMBA, BKM–Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembongkaran pembatas jalan atau median jalan yang merupakan salah satu aset Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba yang ada di jalan Samratulangi itu.
Dalam RDP itu, pimpinan DPRD Bulukumba mengundang seluruh pimpinan Komisi, Sekda, Dishub, Bidang Aset BPKD dan Dinas Lingkungan Hidup di ruang rapat paripurna lama, Selasa (19/4).
Ketua DPRD Bulukumba H Rijal, S.Sos mengatakan dirinya menyayangkan pembongkaran median jalan tanpa sepengetahuan DPRD.
“Kami disini tidak dihargai, Pemda mengambil tindakan tanpa ada sepengetahuan DPRD”,ujar H. Rijal
Menurut Rijal, Dinas terkait juga terkesan pilikasih, zona merah di jalan yang sudah banyak memakan korban namun tidak ditindak lanjuti.
“Ini seorang pengusaha yang menyurat untuk meminta median jalan di bongkar langsung di kerja, sementara yang dijalankan tidak ditindaki berdasarkan permintaan warga”, gurau Rijal.
Bahkan atas kejadian tersebut, Rijal mengaku kebingungan terkait siapa yang bisa pihaknya percaya.
“Siapa yang bisa kita percaya ini, pak Bupati di telfon sama pak Bakti malah beliau mengaku bahwa dirinya tidak tahu soal pembongkaran median tersebut”, cetusnya.
Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa Surat PT. Rahmat masuk ke Pemda pertanggal 29 maret lalu, dan di disposisi oleh Bupati.
“Disini suratnya PT. Rahmat di disposisi oleh pak Bupati, bunyi disposisinya itu Bupati meminta untuk ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku”, jelasnya.
Legistlator PKS dari dapil Gantarang Kindang Andi Ahyar mengatakan bila bupati sudah tidak menghargai DPRD, dan ini bisa menjadi salah satu faktor tidak harmonisnya antara Bupati dan legislatif.
“Kalau begini pak Bupati, bisa jadi tidak akan harmonis antara DPRD dan Pemda”, kesal Andi Ahyar yang merupakan kader partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba itu.
Hal serupa juga di utarakan legislator Gerindra Bakti yang menyampaikan bahwa bupati tidak menghargai 40 anggota dewan.
” Saya telfon Pak Bupati dan menyampaikan bahwa beliau tidak menghargai kami 40 anggota DPRD”, endus Bakti
Bakti melanjutkan bahwa selaku salah satu kader partai pengusung, dirinya mengaku bahwa bupati tidak menghargai kader partai pengusungnya.
Terkait dengan alasan pihak DPRD merasa tidak dihargai Pemda, Fahidin HDK mengatakan bahwa soal pembongkaran median jalan yang ada di depan SPBU Ratulangi itu, pemda tidak menyampaikan ke DPRD.
“Soal dibongkarnya itu median, pemda tidak sampaikan ke kami”, sesal Fahidin.
Fahidin juga meminta penjelasan Sekda dan Bidang Aset terkait adanya pembongkaran median jalan.
“Ini bulan puasa, jadi jangan kita berbohong soal alur persuratan”, tegas Fahidin saat membantah pernyataan Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).
Legislator PAN Bulukumba Andi Zulkarnaain Pangki, hanya mengecam pelaku pembongkaran median jalan di depan SPBU Samratulangi.
“40 Anggota DPRD Bulukumba mengecam pelaku pembongkaran median jalan, jika di RDP ini tidak ada yang mengaku siapa yang membongkarnya. Nanti kita turun langsung ke lokasi kecam pelakunya”, cetus Andi Zulkarnain.(min/rif/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini