Connect with us

Metro

Inspektorat Disebut Instruksikan Sekolah

Terkait Pengurangan Jatah Koran

-

JENEPONTO, BKM — Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jeneponto mengurangi jatah langganan korannya, baik koran lokal maupun koran nasional. Pengurangan ini disebut berdasarkan instruksi dari Inspektorat Kabupaten Jeneponto.
Hal ini disampaikan Kepala SDN 17 Pokobulo, Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba, Mustamin, saat dihubungi di ruang kerjanya SDN 17 Pokobulo, Senin (19/4).
”Kami mohon maaf kepada teman media yang korannya kami stop. Karena adanya instruksi dan Inspektorat. Karena ditakutkan menjadi temuan bila ada dana BOS yang dipakai untuk pembayaran koran. Karena kita sudah diwanti oleh inspektorat. Kalau tidak percaya, silakan konfirmasi ke kantor Inspektorat,” lanjut Mustamin.
Auditor Inspektorat Jeneponto, Syamsuddim Sijaya, menyampaikan kepada awak media, kalau pihaknya tidak pernah menekan kepala sekolah untuk mengurangi langganan koran, Karena pelarangan tersebut berpotensi akan menimbulkan hubungan satu sama lain atau antara pemerintah dengan media saling bersenggolan.
”Sungguh ironis. Kebijakan ini di luar logika sebenarnya. Jika hubungan kemitraan ini dibatasi oleh aturan yang membuat satu sama lain harus saling bersenggolan, maka kebijakan lain harus menyesuaikan sebenarnya. Karena memang media berdiri sebagai penyedia informasi dan penyambung lidah pemerintah,” ujar Syamsuddin Sijaya.
Lanjut Syamsuddin Sijaya, mengatakan, pihaknya pun tidak ingin perusahaan media kehilangan langganan dan pihak sekolah ketinggalan informasi yang terus berkembang. Dia pun memberikan solusi alternatif dalam menyiasatinya. Menurutnya, langganan koran di sekolah itu tergantung kepala sekolah sebenarnya yang bisa mengatur anggaran. Tidak ada yang lain. (krk/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini