Connect with us

Headline

Nongkrong di Kafe, DPO Bandar Sabu Ditangkap

-

BONE, BKM — Perburuan terhadap jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Bone terus diintensifkan. Usai pengungkapan 89 kilogram sabu dengan menembak mati satu terduga pelaku dan mengamankan satu orang lainnya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, kini giliran BBNK Bone yang melakukannya.
Diback up Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, seorang bandar yang selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO) berhasil dibekuk. MM, warga Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone diciduk ketika tengah asyik nongkrong bersama rekannya pada salah satu kafe di Kota Watampone.
Seorang pengunjung kafe bernama Ayu menuturkan, saat penangkapan dilakukan polisi, MM sedang bersama tiga orang rekannya. Tetiba datang beberapa orang petugas berpakaian preman dan langsung mengamankannya.

“Saya duduk tidak jauh dari mejanya (MM). Saat itu saya lihat mereka asyik ngobrol dengan perempuan dua orang dan satu orang laki-laki. Kemudian ada beberapa orang masuk dan langsung membawanya pergi,” tutur Ayu
.

Kepala Badan Narkotikan Nasional Kabupaten (BNNK) Bone AKBP Ismail Husain yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. Dia mengatakan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Sulsel.

“Iya benar, penangkapan merupakan pengembangan kasus yang ditangani Polda Sulsel. Kami turun membantu melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku,” terang Ismail
.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya Ditresnarkoba Polda Sulsel sempat melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku lainnya beberapa waktu lalu, yakni AM. Saat itu ditemukan barang bukti sebanyak 12 saset paket sabu.

Dari pengakuan AM, barang bukti yang dikuasainya merupakan milik MM. MM kemudian menjadi target operasi selanjutnya, dan baru bisa diamankan Senin malam (19//4).

Peredaran narkoba di Kabupaten Bone memang sudah menjadi atensi khusus Ditresnarkoba Polda Sulsel, khususya di Kampung Laccokkong yang disebut-sebut sebagai kampung narkoba. (man/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini