Connect with us

Sulselbar

Kapolres Luncurkan Dua Program

-

AKBP Andi Sinjaya

ENREKANG, BKM — Ramadan tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena serangan wabah corona virus disease (Covid-19). Namun ada yang istimewa bagi Polres Enrekang.
Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya kembali meluncurkan inovasi baru yaitu Program Syiar Ramadan dan Program Anti Pekat (penyakit masyarakat).
Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya menjelaskan program syiar ramadan dibentuk dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat tentang beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko covid-19. Program Ini dilaksanakan dengan pendekatan kepolisian preemtif & preventif.
Program syiar ramadan juga sejalan dengan SE Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : SE. 03 TAHUN 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021.
Program yang kedua yakni Program anti pekat (penyakit masyarakat) diantaranya menyasar seperti Balapan Liar (Bali), Knalpot Racing, Tawuran, Petasan, dan Minuman Keras (Miras). Dimana Pendekatan Kepolisian yg digunakan selain Preventif namun juga represif secara selektif prioritas.
Berdasarkan analisis lapangan penyakit masyarakat ini muncul disaat bulan Ramadhan yang tentunya sangat mengganggu ketentraman masyarakat.
“Kedua program ini baik syiar ramadan dan anti Pekat (penyakit masyarakat) bertujuan meminimalisir penyebaran covid-19 serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif saat melaksanakan ibadah di bulan ramadan,” ujar AKBP Andi Sinjaya.
Kapolres Enrekang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran.
“Larangan mudik ini telah disampaikan oleh pemerintah dan berlaku sejak tanggal 06 Mei sampai dengan 17 Mei 2021. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus terpapar Covid-19, yang mana kita ketahui bersama bahwa saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.” Terangnya. (her/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini