Connect with us

Sulselbar

Motor Bali Diamankan ke Mapolres

-

BALAP LIAR -- Sejumlah kendaraan motor di kandangkan di Mapolres Enrekang gegara ikut balap liar.

ENREKANG,BKM — Anggota Sat lantas Polres Enrekang bersama Sat Sabhara Polres Enrekang melakukan razia balapan liar (Bali) di empat Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Enrekang.
Lokasi Razia Bali mulai dari Kecamatan Enrekang, Baraka, Cendana dan Kecamatan Alla. Dari hasil razia balap liar tersebut sembanyak 18 unit kendaraan roda dua yang diamankan untuk diproses lebih lanjut.
“Sebanyak 18 barang bukti kendaraan roda dua dari hasil razia yang kita lakukan selama Bulan Ramadhan.Ini kita lakukan karena melanggar UU lalulintas yang membahayakan orang lain dan dirinya sendiri,” ujar Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya saat merilis hasil penertiban razia balapan liar di halaman Polres Enrekang, Selasa,(20/4) sore.
Ia mengatakan, puluhan kendaraan hasil razia tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya selama bulan ramadan. Nanti setelah ramdan baru dikembalikan dengan syarat melengkapi kendaraan bermotor atau mengembalikan seperti standar serta membawah kelengkapan surat-surat kendaraan yang terdaftar.
“Kita berkomitmen setelah ramadan kita kembalikan kepada pemiliknya,” tegas Andi.
Para pelaku Bali terancam kurang penjara selama satu tahun karena dengan sengaja melanggara Pasal 297 UU No.22 Tahun 2009 tentang LLAJ,setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana di maksud dalam pasal 115 huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1(satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,- (tiga juta rupiah).
Selain pelanggaran balapan liar (Bali) Lanjut Andi Sinjaya pihaknya juga mendata beberapa pelanggaran diantaranya 8 unit sepeda motor tidak di pasangi tanda nomor kendaraan yang dapat di pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling sebanyak Rp500.000 (pasal 280).
Serta sebanyak 9 unit sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan dan knalpot dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000 (pasal 285 ayat 1). (her/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini