Connect with us

Metro

Nasir Rurung Kumpul Ketua RT/RW saat Reses, Ini yang Dibahas

-

Anggota DPRD Kota Makassar, Nasir Rurung reses di Jalan Tamangapa Raya, Kamis (22/4/2021).

MAKASSAR, BKM — Pada reses hari ketiga anggota DPRD Kota Makassar, Muh. Nasir Rurung menjadi ajang rembuk sejumlah ketua RT/RW di wilayah Tamangapa, Kecamatan Manggala. Para ketua RT/RW yang hadirberkomitmen mensukseskan program Makassar Recover dan pembangunan kantor kontainer di setiap kelurahan.

Legislator Partai Berkarya itu mengatakan, dukungan RT dan RW bersama masyarakat menjadi bahasan bersama pada reses di Jalan Tamangapa Raya, Kamis (22/4/2021). Reses ini dihadiri ratusan konstituen di dapil Manggala dan Panakkukang.

“Warga bersama ketua-ketua RT/RW di reses tadi sudah komitmen mendukung program pemerintah Danny-Fatma. Jadi ada lahan milik warga yang siap digunakan di daerah Selter di Tamangapa untuk pembangunan kantor kontainer yang diwacanakan pemerintah,” katanya.

Penyiapan kantor kontainer ini, menurut Nasir, merupakan solusi bagi Pemkot Makassar mencari lahan untuk perkantoran.  Apalagi, lanjutnya, di daerah Tamangapa hampir tidak ada fasum milik Pemkot yang bisa ditempati untuk membangun.

Sekadar diketahui, kantor kontainer akan ditempatkan di 153 kelurahan dengan anggaran yang ditaksir mencapai Rp100 juta per unit.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto resmi memperkenalkan program Makassar Recover. Program ini upaya Pemkot menangani Covid 19.

Program yang mengandalkan sistem Sombere dan Smart City ini menelan anggaran Rp370 miliar untuk pengadaan 1000 GeNose buatan Universitas Gajah Mada (UGM).

Sementara diketahui, alat ini digunakan untuk skrining awal gejala Covid 19. Selanjutnya akan ditindaklanjuti menggunakan tes swab atau PCR.

Makassar Recover sendiri merupakan gabungan dari komitmen Danny-Fatma dalam memberantas Covid-19 di kota Makassar, dan bakal diimplementasikan melalui tiga sub program, yaitu Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi.

Tiga sub program ini bakal dilakukan melalui berbagai tahap, masing-masing 11 metode untuk Penguatan Imunitas, 9 metode untuk Adaptasi sosial, dan 6 metode untuk pemulihan ekonomi. (ita)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini