Connect with us

Kriminal

Pelarian Pelaku Kandas dengan Timah Panas

Usai Rudapaksa, Gawai dan Motor Korban Dibawa Korban

-

MAKASSAR, BKM — Pelarian Andi Reza (24) akhirnya kandas, setelah petugas menghadiahi kakinya dengan timah panas. Personel Polsek Rappocini terpaksa menembak kaki pelaku ketika coba melarikan diri saat akan ditangkap.
Reza merupakan pelaku penelantar seorang wanita yang dikenalnya melalui media sosial (Medsos). Dalam catatan kepolisian disebutkan, Reza tidak saja menelantarkan wanita kenalannya itu. Tapi dia sebelumnya merudapaksa korbannya. Bukan itu saja, usai melampiaskan nafsu bejatnya, Reza juga membawa kabur gawai atau telepon seluler (HP) dan motor milik wanita kenalannya itu.
Dari sinilah tabiat Reza terungkap setelah wanita yang menjadi korbannya melakukan kejadian yang dialaminya hingga dirinya ditelantarkan ke Mapolsek Rappocini. Jadi wanita itu melapor sebagai korban penelantaran oleh kenalannya (pelaku)
”Korban dan pelaku berkenalan lewat media sosial Facebook. Kemudian pelaku mengajak bertemu korban. Saat bertemu di kosan korban, pelaku pun menggagahi korban kemudian ponsel dan motor korban dibawa kabur. Korban kemudian melapor ke polisi,” tutur Panit II Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Nasrullah, Rabu (21/4).
Sesaat setelah menerima laporan korban, dengan sigap pihaknya memback up Polsek Rappocini menyelidiki pelaku yang sudah dikantongi ciri-cirinya itu. Alhasil, pelaku pun berhasil tertangkap setelah sebelumnya sempat mencoba melarikan diri. Namun polisi menghentikan langkahnya dengan menembak kakinya.
Pelaku pun kala melangkah tertatih sembari tak henti-hentinya beristighfar. Pelaku kepada polisi mengaku tobat atas perbuatannya terhadap korban.
”Ketika sedang berada di Rumah Sakit Bhayangkara, pelaku Reza mengaku tobat. Dirinya sadar dengan perbuatannya yang telah dilakukan terhadap korban seorang wanita remaja yang baru dikenalnya itu lewat medsos,” terang Ipda Nasrullah menirukan keterangan pelaku.
Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku dalam pemeriksaan Polrestabes Makassar. Dan jika terbukti, pelaku akan dijerat pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang perlindungan anak. (ish/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini