Connect with us

Gojentakmapan

Pencurian Sapi di Bungaya Marak

-

DIKULITI -- Bangkai sapi yang telah dikuliti pencuri. Dagingnya diambil, tulangnya ditinggalkan di hutan.

GOWA, BKM — Aksi pencurian ternak di Kecamatan Bungaya kembali marak. Para peternak yang selama ini hanya membiarkan sapi-sapinya berkeliaran di tengah hutan, kini mulai dibuat resah.

Modus pencuri pun berbeda. Jika dulu ternak sapi dibawa hidup-hidup, kini tidak lagi.
Sapi yang dicuri langsung dikuliti di tempat lalu dagingnya diambil. Rangka tulang dan kepala ditinggal di hutan.

Pencurian dengan modus menguliti daging sapi itu kini terjadi di Lingkungan Karaengloe, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Aksi ini terjadi Selasa siang (20/4).

Kendati bangkai sapi ditemukan siang, namun diduga sapi seberat 100 Kg itu dikuliti dimalam hari. Temuan bangkai sapi ini diduga adalah milik H Sultan yang digembalakan H Rasiman, warga Karaengloe, Sapaya yang sebelumnya menambatkan sapinya di hutan sejak Senin sore (19/4) pukul 18.00 Wita.

Sesaat penemuan bangkai sapi tersebut, personel Polsek Bungaya bersama jajaran pemerintah kelurahan langsung mendatangi TKP pencurian ternak di Karaengloe, Selasa siang.

Menurut H Rasiman, saat Selasa pagi sekitar pukul 05.30 Wita, dia datang ke hutan untuk mengecek sapinya yang telah ditambatkan hutan Senin sore. Namun H Rasiman kaget karena sapinya telah hilang di tempat penambatannya.
Kemudian tak jauh dari situ, dia menemukan sapinya sudah dikuliti tinggal tulang belulang.

”Iya, setelah dilakukan pencarian di sekitar TKP ditemukan seekor sapi telah mati dengan sebagian besar dagingnya telah hilang,” jelas Kapolsek Bungaya, AKP Misbahuddin saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Diakui Kapolsek, sejumlah barang bukti telah diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Bungaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.
”Benar telah terjadi pencurian sapi. Saat ini kami melakukan penyelidikan. Saya mengimbau peternak agar menambatkan ternak sapinya di kandang yang disiapkan. Jangan menempatkan ternaknya di sembarang tempat tanpa adanya penjaga atau yang mengawasi. Sehingga akan memancing pelaku kejahatan untuk berbuat tindak pidana,” jelas Kapolsek. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini