Connect with us

Headline

Tetaplah Berkarir, tapi Jangan Lupa Kodrat

Ketua DPRD Sulsel Bicara Perempuan di Hari Kartini

-

TAK dipungkiri, posisi perempuan di percaturan politik negeri ini kian mengakar. Di tingkat regional Sulawesi Selatan ada nama Andi Ina Kartika Sari. Ia kini menduduki posisi tertinggi di lembaga legislatif Sulsel selaku ketua.
Diwawancarai oleh Putri Sasongko di ruang kerja gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Andi Ina –begitu ia disapa– bertutur tentang perempuan di Hari Kartini. Ya, Rabu (21/4) kemarin diperingati sebagai Hari Kartini.
Menjadi satu-satunya perempuan yang menjabat sebagi ketua DPRD Sulsel, tidak salah jika banyak yang menyebut Andi Ina sebaga Kartini hebat. Dirinya mampu ‘menaklukkan’ dunia yang identik dengan kaum maskulin itu.

Namun, feminin yang terjun di dunia politik bukan tanpa alasan. Bahkan, Andi Ina punya dalih kuat untuk bergelut di sana. Salah satunya adalah karena tirah politik. Ia memiliki garis keturunan dari seorang ibu yang juga legislator. Almarhumah Hj Andi Tja Tjambolang malah tercatat pernah duduk di kursi anggota dewan selama tiga periode atau 15 tahun.
”Ibu (Andi Tja Tjambolang) adalah idola saya. Tiga periode beliau menjadi anggota DPRD Sulsel. Karena itu, jika bicara perempuan berada di dunia politik, ibunda saya menjadi contoh yang baik,” tutur Andi Ina.

Lalu bagaimana tanggapan suami dan keluarga lainnya ketika Andi Ina memutuskan terjun ke politik praktis. ”Ketika pertama kali ingin terjun langsung ke politik waktu itu, terlebih dahulu saya meminta restu dan izin suami. Kenapa itu saya lakukan? Karena itu juga yang dilakukan ibu saya waktu pertama kali memutuskan untuk menjadi calon anggota legislatif. Ibu yang menjadi bagian dari masyarakat otomatis waktunya tidak bisa maksimal ada ketika dibutuhkan. Alhamdulillah, suami menyetujui dan siap menerima konsekwensi dari keputusan yang saya ambil,” terangnya.
Atas restu itu, Andi Ina pun mengarungi dunia politik hingga akhirnya bisa berada di posisi seperti saat ini. Dirinya pun tetap berusaha untuk bisa berinteraksi dengan kedua buah hatinya, di tengah kesibukan dan rutinitas kesehariannya.
”Legislator perempuan harus siap dengan segala konsekwensi. Khususnya tidak punya waktu yang luang dan kosong untuk keluarga, sebagai tanggung jawab politik kepada masyarakat yang telah memilihnya sebagai jembatan bagi aspirasi mereka. Kalau bisa waktu kami 24 jam memikirkan kepentingan masyarakat. Jadi sepintar-pintarnya saja mengatur waktu. Pas ada waktu kosong, saya komunikasi dengan kedua anak saya. Saya selalu berusaha agar mereka tidak kehilangan sosok seorang ibu,” tandasnya.

Bicara tentang jasa dari perjuangan RA Kartini, Andi Ina menyebut bahwa posisi perempuan saat ini patut disyukuri. Kesetaraan gender betul-betul terlihat. Seorang perempuan seperti dirinya mampu menjadi ketua DPRD di Sulawesi Selatan.
”Apapun yang menjadi tanggung jawab kita karena memang punya kemampuan. Untuk itu perempuan Sulsel harus banyak mengisi diri dan menambah ilmu. Perempuan harus berisi serta memiliki mindset yang bagus,” jelasnya.
Di pengujung wawancara, Andi Ina menyampaikan pesan dari ibundanya yang tertanam sejak kecil. Disampaikan kepada tiga anak perempuannya kala itu.
”Ibu bilang ke kami waktu itu, kalian harus bisa mandiri biar kamu bisa beli bedak sendiri. Bedak ini sebagai kiasan, kecil tapi maknanya besar,” imbuhnya mengenang.
Tak lupa, dia mengingatkan semua perempuan untuk hadir dan bermanfaat bagi sesama. ”Tetaplah terus berkarir, tapi jangan lupa kodrat sebagai perempuan,” kuncinya. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini