Connect with us

Bisnis

Karaeng Hilda, Kartini Jeneponto “Penakluk” Jakarta

Inspirasi Bisnis

-

Hj Hilda Syafri

JALAN hidup memang sulit ditebak. Kadang keinginan tidak sesuai apa yang dicapai. Ada yang bercita-cita jadi polisi, malah jadi ustadz. Begitu pun dengan Hj Hilda Syafri, S.Sos. Wanita asal Jeneponto yang kini bermukim di Jakarta.
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin ini awalnya berkeinginan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alasannya sederhana. Di kampungnya, hanya menjadi PNS-lah dianggap memiliki pekerjaan.
Makanya, pemilik wajah cantik ini pernah berusaha menjadi PNS di kampungnya. Di Bumi Turatea. Tapi sayang, usahanya belum membuahkan hasil.
Kisah wanita tangguh asal Jeneponto ini bermula ketika ia menikah dengan seniornya di Fisip Unhas 1998 lalu. Setelah menikah, ia dan suami tinggal di mes karyawan Semen Bosowa di Maros. Kebetulan suaminya, Bagus Budi Prayitno tercatat sebagai karyawan PT Semen Bosowa.

Hilda dan suami tidak cukup lama menaruh harapan di tengah lembah batuan karst Maros. Setelah anak pertama dan kedua mereka lahir, Dani dan Fira, pasangan ini memilih hijrah ke Jakarta.
Saat itu Hilda agak berat meninggalkan kampung halamannya. Ia tidak ingin jauh dari keluarganya di Jeneponto dan Makassar. Tapi ia tidak bisa menolak keinginan suami. Apalagi suami ditawarkan pekerjaan di salah satu perusahaan swasta dengan gaji lumayan.
Di Jakarta, ia bersama suami dan anaknya tinggal di rumah kontrakan. Beberapa kali mereka harus pindah. Dari rumah kontrakan yang satu ke rumah kontrakan yang lain. 
Selama di Jakarta, anggota keluarga bertambah. Mereka dikaruniai empat anak.
Pekerjaan sang suami pun semakin membaik. 
Namun Hilda tidak ingin menumpukkan semua beban ekonomi keluarga ke suami yang sangat ia sayangi. Ia pun ikut membantu ekonomi keluarga. Apalagi setelah ada media sosial, Hilda makin gencar.

Boleh dibilang, Hilda menjadi satu dari sedikit orang yang memulai bisnis online. Saat itu sekitar tahun 2009 dan 2010. Ia mulai dari memposting jualannya di Facebook dan status BBM.

Biasanya Hilda membeli barang jualannya di Tanah Abang, Thamrin City dan beberapa pusat grosir besar di Jakarta. Seperti baju, hijab, syar’i, perhiasan, cincin, kacamata dan tas. Ia lalu menawarkan secara online.
Ternyata responsnya sangat baik. Orderan berdatangan. Dari berbagai daerah di Indonesia. 
Dari tahun ke tahun orderan terus meningkat. Ia pun mempekerjakan beberapa orang. Untuk membantunya mengirim barang orderan pelanggannya yang secara grosir maupun satuan.
Dengan insting bisnisnya, wanita yang selalu berpenampilan modis ini memutuskan membuat brand sendiri. Semua produk yang ia jual adalah hasil produksinya. Ia bekerja sama bersama beberapa konveksi. Saat itu semua produk diberi nama Karaeng Hilda.
Nama ini sengaja ia pilih untuk menegaskan bahwa ia berasal dari Jeneponto, Sulsel. 
Ternyata, keputusan Hilda tidak salah. Brandnya booming. Mulai dari busana syar’i hingga jilbab laris manis. Terjual hampir di seluruh Indonesia. Bahkan ada permintaan hingga keluar negeri. Omsetnya dari tahun ke tahun terus meningkat.
”Selain brand Karaeng Hilda, saat itu juga saya memproduksi brand yang lain. Tetapi tetap nuansa Makassar. Seperti D’Turatea dan lainnya,” kata Hilda.

Dengan brandnya, Hilda kerap diundang ikut fashion show. Di Jakarta maupun di Makassar. Ia juga selalu diundang sebagai pembicara untuk memberikan inspirasi kepada kaum perempuan yang ingin memulai bisnis.
Dengan keuntungan bisnisnya, Hilda terus melakukan pengembangan. Jika selama ini ia bermain secara online, Hilda pun memutuskan mengambil dua kios di Thamrin City. Menambah jumlah karyawan.
Hampir beberapa tahun Hilda memanen untung. Buah dari kerja kerasnya selama beberapa tahun.
Hilda pun mulai invest. Ia membeli kios di Makassar Mall. Ia juga membeli rumah di kawasan elit yang saat ini sementara dibangun di kawasan Citraland Centerpoint of Indonesia Makassar.

Hilda juga tidak tinggal lagi di rumah kontrakan. Ia bersama suami telah membangun rumah di salah satu perumahan di daerah Cinere, tidak jauh dari Jakarta. Bahkan, Karaeng Hilda kini telah memiliki konveksi sendiri. Ia membeli sebuah rumah di dekat rumahnya yang disulap menjadi konveksi.

Perempuan tangguh asal Jeneponto itu kini tetap kokoh menaklukan Jakarta. Ia terus mengembangkan bisnis fashionnya yang sempat menurun akibat tren belanja yang mulai berubah dan dampak pandemi Covid-19.

”Sejak Covid-19 memang penjualan agak menurun. Tapi dalam beberapa bulan ini sudah membaik. Jelang bulan puasa permintaan terus meningkat dari seluruh Indonesia,” kata penerima anugerah Tokoh Pendorong Kemajuan ini.
Bukan Hilda jika tidak mampu melewatinya. Ia selalu punya ide. Punya strategi untuk keluar dari kondisi pasar yang lesu. Buktinya, usahanya kini bangkit kembali. Dengan terus mengupdate desain produk sesuai selera pasar. (*)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini