Connect with us

Sulselbar

BP POM Temukan Obat dan Makanan Kadaluarsa

-

MALILI, BKM — Tim koordinasi pengawas obat dan makanan (POM) Kabupaten Luwu Timur menemukan obat dan makanan yang kadaluarsa saat melakukan pengawasan, Jumat(30/4) akhir pekan lalu di Kecamatan Wotu dan Tomoni Timur. Di Kecamatan Wotu pengawasan dilakukan di Pasar Wotu, Kios, super market dan toko-toko yang menjual makanan dan minuman dalam jumlah besar. Sementara di Kecamatan Tomoni Timur, pengawasan difokuskan pada Kios dan supermarket untuk memeriksa makanan, minuman dan obat-obatan yang dijual.
Tim pengawas dibagi dua kelompok masing-masing tim memeriksa makanan dan tim Pemeriksa obat-obatan termasuk kosmetik.
Pengawasan dimulai di Pasar Wotu persis didepan RSUD I Lagaligo. Tim memeriksa makanan dan minuman yang dijual para pedagang dan juga kosmetik untuk memastikan barang yang dijual tidak kadaluarsa atau mengandung bahan berbahaya.
Tim juga memeriksa Kios-kios yang berjejer di depan rumah sakit yang menjual makanan dan minuman seperti biskuit, roti, kue kering serta minuman kemasan.

Hasilnya, tim menemukan beberapa kios yang masih menjual makanan yang sudah kadaluarsa terutama biskuit dan roti serta kue-kue hasil industri rumah tangga yang tidak memiliki PIRT. Terhadap makanan kadaluarsa ini, diminta kepada pemilik kios agar barang yang masih bisa ditukar agar segera dikembalikan kepada distributor dan sebagian lagi dimusnakan di tempat disaksikan oleh Tim pengawasan lalu dibuatkan berita acara.
Ketua tim pengawas makanan Andi Polejiwa meminta pemilik kios agar rutin mengecek barang jualan mereka terutama sejenis roti ataupun biskuit yang cepat kadaluarsa. Jika ditemukan supaya tidak lagi dijual dan segera ditukar dengan barang baru ke agen.
“Tolong ibu-ibu perhatikan dengan baik barang jualan ta, kalau sudah kadaluarsa tidak usah dijual karena akan membahayakan jika dikonsumsi,” tegas Andi Polejiwa, kepada pemilik kios di pasar Wotu.
Sementara untuk obat-obatan termasuk kosmetik, tim pengawas tidak menemukan obat atau kosmetik yang kadaluarsa baik di toko maupun di swalayan, hanya beberapa jenis obat keras yang tidak diperbolehkan dijual kecuali di Apotek dan toko obat.
Terkait obat keras dan kadaluarsa ini, tim kemudian meminta untuk dilakukan tindakan pemusnahan di tempat oleh pemilik toko dengan disaksikan oleh tim pengawas obat dan makanan, lalu dibuatkan berita acara pemusnahan yang ditandatangani oleh ketua tim dan pemilik toko. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini