Connect with us

Headline

Modal Rp500 Ribu, Pembelinya Wakil Ketua DPRD Sulsel

Kisah Nur Ainun, Mahasiswi yang Rintis Usaha Hijab di Onlineshop

-

MEMULAI usaha tidak mesti dengan modal besar. Nur Ainun, seorang mahasiswi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar jurusan komunikasi membuktikan hal itu. Hanya dengan uang Rp500 ribu, ia merintis sebuas bisnis hijab di onlineshop. Hasilnya pun kini telah dinikmati.

KALA duduk di bangku Sekolah Menengah Kejurusan (SMK), Ainun –begitu ia akran disapa– mengambil jurusan desain multimedia. Setiap usai mendesain, ada nama yang disematkan di atasnya, yakni Aninun. Siapa sangka, titel tersebut kemudian menjadi branding usaha hijab yang kini dilakoninya.
”Jadi pas memulai usaha, saya kemudian berpikir apa nama yang cocok. Ternyata Aninun yang dulu sering saya taruh ketika selesai membuat desain. Ini juga tidak terlalu jauh dari nama saya,” begitu Ainun menceritakan kisahnya ketika tampil dalam sesi podcats untuk kanal Youtube Harian Berita Kota Makassar, Jumat (30/4).

Diakui, selepas SMK, ia sempat menganggur selama satu tahun. Di situlah Ainun kemudian berpikir untuk memulai usaha. Bisnis hijab pun dipilihnya. Hanya saja tidak memakai brand sendiri. Ainun mengambil barang dari orang lain dan menggunakan brandnya.
”Lama kelamaan capek jual barang orang lain. Untungnya juga sedikit. Orang usaha itu kan tentu cari keuntungan,” tuturnya.
Tak berapa lama ia menggeluti bisnis ini, Ainun kemudian berhenti. Dia lalu fokus kuliah. Lagi-lagi, jiwa bisnis kembali muncul ketika pandemi covid-19 melanda di tahun 2020. Kali ini ia memilih usaha jualan kuliner yang diberi nama Cilok Jeletok.
Tapi, lagi-lagi usaha ini tidak berlangsung lama. Karena Ainun terpilih untuk sebuah tugas sebagai PPS pada pemilihan wali kota Makassar.
Bulan Januari 2021 kontraknya habis. Usaha hijab kembali dimulainya. Kali ini berbeda dengan yang di awal. Ainun telah memiliki brand sendiri, yakni Aninun. Modal yang dipakainya juga dari hasil menabung selama ini.
Walau begitu, tetap saja ada kendala yang dihadapi. Ketika itu Ainun tak punya perangkat elektronik untuk mendukung usahanya. Laptop sangat dibutuhkannya untuk mendesain logo dan semacamnya. Jadilah ia meminta tolong kepada temannya membuat logo tersebut.
Hingga pada suatu hari, Ainun mengikuti kegiatan pengkaderan calon wirausaha muda. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan H Syaharuddin Alrif menjadi salah satu pemateri. Legislator ini membahas tentang bisnis. Maklum, Sahar –panggilan akrabnya– dikenal sebagai pebisnis porang nomor satu di Indonesia saat ini.

”Waktu itu ada teman yang minta supaya saya bawa jilbab ke tempat pengkaderan. Katanya, dia mau lihat. Saya bawa beberapa. Tidak terlalu banyak. Ketika memberikan materi, Kak Sahar bertanya, adakah yang bercita-cita jadi pengusaha. Saya langsung angkat tangan. Ditanya lagi, apakah sudah punya usaha. Saya bilang iya. Kak Sahar langsung beli 10 picis hijab yang saya bawa waktu itu,” kenangnya.
Selain membeli hijab dengan brand Aninun, wakil rakyat dari Partai Nasdem itu juga menjadi ‘beking’ Ainum untuk mengembangkan usahanya. Sahar mempromosikan bisnis hijab Ainun melalui media sosial Instagram.
Guna menggaet konsumen, Ainun tidak hanya fokus pada satu jenis hijab. Melainkan ada beberapa model yang ditawarkannya. Berjualannya juga melalui WA dan Instagram. Pengantaran ia lakukan di malam hari, karena dirinya harus kuliah secara daring pada siang hari.
Biasanya, Ainun melakukan riset pasar. Khususnya tentang hijab apa yang lagi tren. Kini, ia sudah mendapatkan omzet yang cukup lumayan. Dua atau tiga bulan ke depan dirinya berharap bisa memproduksi sendiri hijab untuk dipasarkan. Juga melakukan open reseller. Karena ternyata sudah ada yang menawarkan diri menjadi reseller.
”Sudah ada yang minta untuk menjadi reseller. Dia langsung minta 30 picis. Ini peluang,” imbuhnya. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini