Connect with us

Headline

Pemprov Naikkan Gaji Guru Honorer Tahun Ini

-

MAKASSAR, BKM — Ini kabar gembira bagi para guru honorer di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel akan menaikkan gaji mereka tahun ini, dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per jam. Dengan kenaikan tersebut, dalam setahun dialokasikan anggaran Rp38 miliar yang diperuntukkan bagi 3.400 guru honorer.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Prof Muhammad Jufri. Kenaikan tersebut, kata dia, dalam rangka mensejahterakan guru-guru honorer di Sulsel. Ia menyebut, di Sulsel sendiri jumlah guru honorer 11.000-an lebih.
“Yang ditanggung APBD itu hanya 3.400-an guru honorer. Selebihnya ditanggung dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ungkap Prof Jufri usai menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Disdik Sulsel, Minggu (2/5).
Prof Jufri mengatakan, guru honorer yang gajinya ditanggung dana BOS nantinya dapat disesuaikan. “Kita harap dana BOS dapat menyesuaikan gaji honorer, dengan adanya kenaikan gaji guru honorer yang ditanggung oleh APBD Provinsi Sulsel,” tandas Prof Jufri.
Disinggung terkait isu adanya pengurangan tenaga guru honorer, Prof Jufri tidak berkomentar lebih jauh. Menurutnya, yang berhak memberikan komentar terkait hal itu adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Ketika ada pengurangan honorer, yang berhak berkomentar ada di BKD. Saya tidak bisa menetapkan. Yang meminta sebenarnya kewenangan dari BKD. Kita di Disdik hanya diminta menghitung ulang jumlah guru honorer lingkup Disdik Sulsel,” kata Jufri.
Selain jumlah keseluruhan guru honorer, menurut Prof Jufri, dirinya juga memerintahkan perwakilan Disdik Sulsel agar menghitung jam ideal guru honorer. “Jadi saya sudah minta masing-masing cabang dinas untuk dihitung jam idealnya berapa sebenarnya di satu sekolah. Berapa jam dibutuhkan. Sekarang harus dihitung berapa jumlah guru. Kalau kurang, berapa jam yang dibutuhkan,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, legislator Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle menilai, kebijakan menaikkan gaji honorer dari Rp10.000 per jam menjadi Rp15 ribu boleh dibilang telat. Sebab semestinya dilakukan sejak tahun lalu.
“Hanya saja bisa dimaklumi bersama terkait dampak pandemi covid-19. Tapi terlambat tak mengapa dan masih lebih baik daripada tidak dinaikkan sama sekali. Saat ini kondisi keuangan pemprov belum baik-baik amat, akan tetapi ini komitmen bersama antara DPRD dan pemprov berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru honorer,” jelas Selle yang juga ketua Komisi A DPRD Sulsel.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin mengemukakan bila hitungan itu sudah final waktu pembahasan APBD pokok 2021. “Itu adalah keputusan politik antara gubernur dan DPRD Sulsel. Malah kemarin banggar meminta gaji guru honorer dinaikkan hingga Rp20 ribu per jam. Tapi kita akhirnya ketemu di angka Rp15 ribu per jam, dan semua sudah dihitung. Mudah-mudahan kenaikan ini bisa membantu guru honorer di tengah kesulitan akibat pandemi,” ujar legislator Partai Gerindra Sulsel ini.
Politisi Partai Gerindra Rusdin Tabi, menyebut kenaikan gaji guru honorer tersebut merupakan kebijakan yang sangat manusiawi. Guru honorer adalah pejuang pendidikan yang patut diberi apresiasi.
”Kenaikan ini sangat didukung oleh DPRD Sulsel melalui pembahasan di komisi E beberapa waktu lalu. Semoga keputusan ini meningkatkan prestasi guru honorer, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan,” terangnya.
Hal berbeda disampaikan legislator Partai Nasdem Sulsel Adi Ansar. Wakil ketua Komisi E DPRD Sulsel ini mengungkapkan bila rencana kenaikan itu tak jadi. “Tak jadi dinaikkan,” cetusnya. (jun-rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini