Connect with us

Metro

Satgas Raika Sanksi 40 Tempat Usaha

Penyitaan kursi dan Perlengkapan Usaha

-

ist MENDATA--Satgas Raika mulai mendata pelaku usaha yang tetap melakukan pelanggaran di masa pandemi covid-19 ini, seperti tak mengindahkan surat edaran wali kota terkait waktu jam operasional tempat usaha.

MAKASSAR, BKM–Sejak satuan tugas pengurai kerumunan (satgas Raika) mulai bekerja 26 April lalu hingga 2 Mei, kemarin, tercatat 40 tempat usaha telah diberikan sanksi tegas. Mereka yang disanksi tempat usaha warung kopi, cafe, tempat makan hingga mal.

Adapun 40 lokasi atau tempat yang sempat dirazia diantaranya adalah, Bakso Leppakomai, Jalan Cakalang Raya, Warkop Bombong di Jalan Cakalang, Warkop Alami, Jalan Cakalang III, Warkop Azzahrah, Jalan Bandang, Warkop pojok 47 di Jalan Bandang, Starbuck di Jalan Pattimura, Warkop Haloman di Jalan Gagak, Warkop Salemo di Jalan Salemo, Warkop A’dul di Jalan Dr Ws Husodo no. 249, Daun Coffe di Jalan Monginsidi Baru, Warkop Bombong di Jalan Cakalang Raya, dan Warkop 460 di Jalan Cakalang Raya.
Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud mengatakan, jenis pelanggaran yang banyak ditemukan adalah melampaui batas waktu operasional yang telah ditentukan sesuai surat edaran (SE) Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Padahal dalam surat edaran tersebut sudah begitu jelas tertulis batas waktu operasional hanya sampai pukul 22.00 wita.
“Pelanggaran yang banyak kami temukan adalah masih ramai pelaku usaha beroperasi melewati jam operasional yang tertuang dalam surat edaran wali kota Makassar. Sebelumnya kan kami sudah peringati, kami sampaikan, namun tetap saja masih ada yang tak mengindahkan. Makanya kami turun kembali dan memberikan sanksi,” tegas Iman kepada BKM, Minggu (02/4).

Bagi tempat usaha nakal yang beroperasi diluar dari batas yang ditentukan, lanjut Iman, sudah pasti diberikan sanksi. Adapun sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha nakal yaitu penyitaan kursi dan peralatan perlengkapan tempat usahanya.
Tempat usaha yang merasakan sanksi tegas tim gabungan Satgas Raika yaitu, Warkop A’dul berada di Jalan Salemo dengan menyita lima kursi plastik, Warkop Salemo di Jalan Salemo menyita 11 kursi plastik, Daun Coffe di Jalan Monginsidi Baru dengan menyita 4 kursi besi dan 9 kursi plastik, RM Bintang Laut, Jalan Gunung Latimojong dengan menyita minuman beralkohol berupa bir 4 dos 5 botol, Warkop Bombong Jalan Cakalang Raya dengah menyita 15 kursi plastik dan Warkop 460 di Jalan Cakalang Raya dengan menyita 5 kursi plastik.

“Kami setiap hari melakukan operasi mengawasi tempat usaha dan keramaian,” tambahnya.
Iman Hud menambahkan, sebanyak 1.000 anggota satgas sudah diterjunkan ke lapangan untuk mengurai keramaian.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tetap mengingatkan untuk semua pelaku usaha juga warga yang sedang berada di kerumunan hadirnya satgas pengurai kerumunan yang telah di bentuk dan di beri nama Raika.
“Jadi ada itu satgas Raika yang akan ingatkan warga atau siapa saja yang terlihat berada dalam sebuah kerumunan. Hal ini di maksudkan agar perlahan namun pasti masyarakat bisa lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan waspada akan hadirnya virus yang tak terlihat ini,” pungkasnya kembali.
Satgas Raika sendiri sudah mulai terjun ke tengah masyarakat sejak Senin pekan lalu. Satgas tersebut merupakan gabungan orang-orang dari berbagai stakeholder terkait. Mulai Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga TNI/Polri.(arf-rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini