Connect with us

Gojentakmapan

ASN Gowa dan Keluarga Tak Boleh Mudik

Larangan Berlaku Mulai 6 Mei

-

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengeluarkan Surat Edaran Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan atau mudik dan cuti bagi seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.
Dalam surat edarannya itu, Bupati Gowa menegaskan keputusan itu menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 08 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian keluar daerah dan /atau mudik dan/atau cuti bagi pegawai aparatur sipil negara dalam masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).
”ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian atau mudik mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021,” kata Adnan pada point pertama dalam surat edarannya.
Bepergian ini hanya berlaku pada ASN yang melaksanakan perjalanan dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan yang bersifat penting dan dalam keadaan terpaksa perlu untuk melakukan kegiatan bepergian keluar daerah dengan terlebih dahulu harus mendapatkan izn tertulis dari pejabat pembina kepegawaian.
Surat edaran bupati Gowa ini ditandatangani Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni. Dalam penegasan SE ini, ASN tidak boleh mengajukan cuti tahunan selama periode 6 Mei sampai 17 Mei 2021 kecuali cuti melahirkan, cuti sakit dan cuti alasan penting dengan berpedoman pada point (1).
Untuk penegakan disiplin ASN, Bupati Adnan meminta kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar memantau dan mengawasi seluruh ASN dan seluruh jajaran yang ada diunit kerja masing-masing agar mematuhi edaran tersebut.
”Apabila ada ASN yang melanggar, segera laporkan kepada pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk penegakan disiplin sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang dispilin pegawai negeri sipil,” tegas Adnan.
Terpisah, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, menjelaskan surat edaran pelarangan mudik ini dikeluarkan dengan maksud agar dapat menekan dan mencegah terjadinya penularan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Gowa.
”Saat ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan adanya pelarangan mudik maka kita berharap tidak ada lagi klaster baru penularan covid 19 yang ditimbulkan akibat mudik pegawai dan keluarganya,” jelas wabup.
Terpisah, Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto, menindaklanjuti larangan mudik ini dengan meminta tiga pilar bangsa yakni aparat kelurahan/desa, para babinsa dan bhabinkamtibmas untuk membuat posko penyekatan di setiap perbatasan Gowa dengan kabupaten lainnya.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan adanya mudik atau bepergian dari Gowa ke daerah lain dan sebaliknya dari luar masuk ke Gowa. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini