Connect with us

Headline

Lapangan Karebosi tak Dipakai, Salat Idulfitri di Tiap RW

-

BKM/JUNI SEWANG IMBAUAN-Dengan menggunakan pelantang suara, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan imbauan kepada pedagang dan pengunjung pasar grosir Butung, Makassar. Mereka diminta untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mulai menggodok skema pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang.

Menurut orang nomor satu Makassar itu, di tengah pandemi covid-19, semua aktivitas, termasuk pelaksanaan ibadah harus diatur dengan mengacu pada protokol kesehatan.

Menurut Danny, dari hasil analisa dan berbagai pertimbangan, Lapangan Karebosi kemungkinan besar tidak akan digunakan untuk pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini.

Alasannya, secara konseptual, lapangan tersebut luas, memungkinkan orang-orang untuk salat dengan menjaga jarak. Namun yang dikhawatirkan, arus masyarakat saat akan masuk dan keluar lapangan yang dipastikan akan menimbulkan kerumunan.

“Orang yang masuk dan keluar lapangan dipastikan akan bergerombol. Kerumunan di pintu-pintu yang disiapkan tidak bisa dihindarkan, ” ungkap Danny di Balai Kota, Senin (3/5).

Mengacu pada amanat presiden yang meminta warga secara ketat menerapkan protokol kesehatan untuk mengendalikan laju penyebaran covid, maka diputuskan untuk tidak menggelar pelaksanaan salat Idulfitri di masjid.

Diapun berencana akan mengatur pelaksanaan salat Id per RW, dengan mengambil lokasi di jalan, jika memang RW setempat tidak memiliki lapangan yang luas.

“Salat Id harus di luar masjid. Kemudian disebar. Salat Id per RW dan tempatnya di jalan. Tapi Ini baru konsep yang akan dibicarakan,” ungkap Danny.

Selain mengatur pelaksanaan salat Idulfitri, Danny juga melarang warga untuk gelar griye (open house).

“Saya teruskan bagian dari penegasan presiden, open house ditiadakan.
Susah memang, seperti saya banyak pengikut, teman dan keluarga. Saya sendiri rela tidak open house demi menegakkan protokol kesehatan. Kita harus berkorban untuk keamanan dan keselamatan kita semua, ” jelasnya.

Diapun menyarankan, selesai salat Id, bisa langsung halal bihalal di lokasi salat.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudiran Sulaiman telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan untuk salat Idulfitri di lapangan. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini