Connect with us

Headline

RT di Atas Satu, Danny Ancam Lockdown Makassar

Plt Gubernur dan Kapolda Datangi Pasar Butung-MP

-

MAKASSAR, BKM — Sembilan hari jelang lebaran Idulfitri 1442 Hijriah, pasar dan pusat perbelanjaan mulai diserbu warga. Pantauan di salah satu perbelanjaan di kawasan Panakkukang, ribuan warga mendatangi tempat itu untuk membeli berbagai kebutuhan lebaran.
Kendati Makassar masih dalam situasi pandemi covid-19, penerapan protokol kesehatan sangat lemah. Hampir sebagian besar pengunjung menggunakan masker. Namun tak ada lagi physical dan social distancing. Para pengunjung yang jumlahnya ribuan tersebut saling berdesak-desakan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran angka kasus penderita covid mengalami peningkatan drastis.
Mengantisipasi terjadi lonjakan, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Forkopimda mengumpulkan sejumlah pelaku usaha, khususnya manajemen dan pemilik pusat perbelanjaan dan para kepala pasar untuk diberi arahan, Senin (3/5). Kepada mereka, Danny mewanti-wanti agar menerapkan prokes secara ketat.
Menurut Danny, pihaknya sudah memberi peringatan kepada para pelaku usaha agar taat prokes utamanya menerapkan 5M melalui surat edaran yang dikeluarkan 26 April 2021. “Namun ternyata banyak yang mengabaikannya,” cetus Danny, kemarin.
Dia mengaku sadar jika jelang lebaran seperti saat ini menjadi momen khusus bagi pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan. “Tapi saya tekankan, jangan hanya sekadar mengejar keuntungan semata. Ingat, kita masih dalam kondisi pandemi covid. Jangan sampai Makassar kembali masuk ke zona merah,” terangnya.
Dia pun mengancam akan melakukan lockdown (penguncian wilayah) di Makassar jika angka rate of transmission (RT) covid di Makassar berada di atas angka satu. “Saya akan lockdown Makassar jika RT di atas satu. Jadi pilih mana, lockdown, tidak ada aktivitas ekonomi atau melaksanakan prokes secara ketat agar tidak ada lonjakan covid, ” tegasnya.
Sebelumnya, pada Minggu malam, (2/5), Danny melakukan sidak di Mall Panakkukang. Alasannya, karena pengunjung membeludak.
Masyarakat yang berbelanja di mal tanpa mematuhi prokes. Padahal, Kamis lalu Danny Pomanto telah melayangkan surat edaran agar tetap berkativitas namun tetap menerapkan prokes. Dia mengatakan, pihaknya tidak melarang aktivitas ekonomi dilakukan di Kota Makassar. Namun, virus covid 19 tetap harus diwaspadai.
Karenanya, Danny meminta pengelola mal untuk menerapkan sistem protokol pintu masuk. Artinya, jika sudah melebihi kapasitas mal maka pintu harus ditutup. Bila sudah ada yang pengunjung yang keluar, boleh dimasukkan pengunjung yang lain sesuai jumlah pengunjung yang keluar.
Danny pun menghitungkan pengelola berapa jumlah yang memadai MP. Jumlah tenant sebanyak 670 unit dan yang dibolehkan satu tenant minimal lima orang pengunjung.
“Jadi total pengunjung seharusnya sebanyak 3.350 orang saja. Setelah ini pintu mal ditutup sementara. Ada lagi yang keluar, misal 10 orang, nah baru boleh dimasukkan lagi 10 orang yang lain. Begini sistem kerja protokol pintu masuk,” jelasnya.
Danny menekankan jika peraturan ini diabaikan oleh pengelola, maka penutupan mal akan dilakukan oleh Satuan Tugas Pengurai Kerumuman (Satgas Raika) yang bekerja sama dengan TNI dan Polri. Ini jalan terakhir yang ditempuh. Jika masih tidak menerapkan prokes, maka izin mal akan dicabut.
“Kami tidak mau kejadian di India terjadi di Kota Makassar. Saya tidak larang berjualan, tapi tolong saling jaga kita, biar Makassar bisa segera memutus rantai covid-19,” serunya sambil berjalan di setiap tenant MP.
Tidak hanya di MP, Danny akan melakukan hal yang sama di mal dan semua tempat usaha.
Kapolrestabes Kombes Pol Witnu Urip Laksana, menekankan Makassar sekarang berada di peringkat 28 tingkat kasus covid-19 se-Indonesia. Sebelumnya, selalu berada pada posisi lima besar. “Perlahan masuk ke zona kuning dengan segala kerja keras. Kurva covid mulai melandai,” ungkap Witnu.
Namun, lanjutnya, jangan sampai karena ketidakpatuhan warga, khususnya para pelaku usaha dalam menerapkan prokes, status Makassar kembali berubah jadi zona merah. Dia pun mengaku tidak segan-segan memproses para pelanggar prokes yang ditemukan.
Polrestabes juga punya call centre yang bisa digunakan masyarakat untuk melapor jika menemukan ada pelanggaran prokes. “Jika ada yang tidak patuh pada imbauan yang pemerintah keluarkan, ada yang melawan, kita tidak akan toleransi. Kita akan angkut dan kita proses,” tegasnya.
Dia mengatakan, momen seperti saat sekarang merupakan waktu krusial untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan kasus.

Didatangi ASS dan Kapolda

Andi Sudirman bersama Irjen Merdisyam serta Irdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Purbo Prastowo melakukan peninjauan kondisi di Pasar Butung dan Mall Panakkukang Makassar, kemarin. Mereka datang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan para pengunjung dan pedagang menjelang hari raya Idulfitri 1442 H.
Di pasar grosir Butung, kapolda dan ASS serta rombongan lainnya menuju ke lantai empat. Tepatnya di ruang informasi. Di tempat ini disampaikan imbauan kepada pemilik toko dan pengunjung pasar untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.
“Jaga jarakta. Gunakan selalu maskernya. Seluruh penjual harus mengikuti protokol kesehatan. Jangan ada pengunjung yang menumpuk di dalam. Harus mengantre,” imbau Andi Sudirman menggunakan toa, sembari menyusuri kios-kios di pasar Butung.
“Kepada para pemilik kios, perlu kita sampaikan bahwa kemarin pasar ini terlalu padat dan viral. Kami khawatir dan was-was, apalagi covid-19 masih ada,” ujarnya.
Ia pun meminta masyarakat pengunjung dan pembeli tetap menahan diri. “Jika konter luasnya 3×4, maka 2-3 orang saja pembeli yang masuk. Jika penjual perhiasan atau pernak-pernik, pembeli di depan harus tetap menjaga jaraknya, mengantre. Jangan numpuk-numpuk jadi sesak,” pintanya.
Ia pun menyarankan pihak pengelola agar pengunjung dibatasi sekitar 500 orang saja. Sehingga lebih mudah dikontrol dalam protokol kesehatan. “Saya minta tolong supaya tempat ini tidak ditutup. Kami minta kerja sama dari pihak pengelola dan penjual, karena konsekuensinya ini pengelola dan penjual. Pihak sekuriti harus membatasi pengunjung. Ada yang keluar baru boleh ada yang masuk lagi. Kita tegaskan. Jadi tiga (pengunjung) keluar, tiga orang boleh masuk lagi,” jelasnya.
“Insyaallah, kita sama-sama berkolaborasi bagaimana ekonomi tetap jalan. Kami pertegas tidak ada toleransi. Kami meminta pengelola untuk tidak melayani pengunjung yang tidak menggunakan masker, yang tidak menjaga jarak, serta selalu menyediakan hand sanitizer dan menjaga kondisi jumlah pengunjung,” pintanya.
Dari Pasar Butung, pemantauan dilanjutkan ke Mall Panakkukang, Makassar. Di tempat ini diberikan imbauan kepada pihak manajemen mall dan pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu jaga jarak, memakai masker, dan rutin mencuti tangan.
“Manajemen mall harus juga memperhatikan jalur pintu masuk dan keluar pengunjung agar tidak terlalu padat, yang dapat menimbulkan klaster baru,” ujar Andi Sudirman.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam juga memberikan imbauan. “Mari sama-sama patuhi protokol kesehatan, karena ini untuk kepentingan kita bersama. Jangan dianggap sepele,” ungkapnya.
(rhm-jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini