Connect with us

Politik

Wawan Dorong Kreatifitas Kaum Perempuan, Rezky Ulas Perda Wajib Belajar

-

GOWA, BKM–Politisi Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin kembali menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (perda) di kediaman salah satu tokoh masyarakat kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, Minggu (2/5).
Darmawangsyah datang didampingi istri yang juga Wakil Ketua DPRD Gowa Andi Tenri Indah, akademisi Renny Rani Rasyid dan Arief Rahman sebagai narasumber.
Wawan-panggilan akrab Darmawangsyah Muin membahas perda no 1 tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menyatakan bahwa dengan adanya perda ini, akan semakin mendukung keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan daerah di segala lini.
“Jadi berbicara gender, tentu hari ini kita telah sampai pada era dimana kesetaraan antara pria dan wanita dapat kita jumpai di semua sektor, misalnya politik, sosial, ekonomi dan keorganisasian di masyarakat,” imbuhnya.
Tak sampai disitu, ia juga secara gamblang menyatakan dukungannya untuk memberikan support penuh dalam berbagai bentuk terhadap peningkatan kreatifitas perempuan baik kalangan muda maupun ibu-ibu yang ingin turut serta memaksimalkan potensi ataupun berkiprah di sektor UMKM.
Dua narasumber juga sempat perlunya regulasi sebagai payung hukum bagi Gender Equality untuk mendorong optimalisasi peran danWomen’s Empowerment dengan tetap memperhatikan norma agama dan etika yang berlaku di masyarakat.
Sosialisasi dipandu Sekretaris DPC Gerindra Idris Rate bersama Rahma Saputri, berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan.
Terpisah, legislator Partai Nasdem Sulsel Rezki Mulfiati Lutfi juga telah menyebar luaskan perda Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah
Rezki melakukan tatap muka dan dialog dengan masyarakat Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar.
Razky yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini memaparkan terkait dengan perda. Menurutnya, peserta didik adalah warga masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus
Selain itu, dirinya juga menjelaskan, bahwa perda ini untuk peningkatkan perluasan akses pendidikan, pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu minimal sampai ke jenjang pendidikan menengah.
“Dan memberikan pendidikan minimal bagi Peserta Didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya agar dapat hidup layak di dalam masyarakat atau pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,”jelasnya. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini