Connect with us

Headline

Digarap Kala Pandemi, Lirik Lagu ‘Antara Ragu’ Ditulis Setengah Jam

Riri Chester Bicara Album Langit ke Tujuh di Podcast BKM

-

PARA musisi tanah air tetap produktif di tengah pandemi covid-19. Mereka masih berkarya di tengah keterbatasan. Bahkan album berhasil dibuat. Seperti yang dilakukan Riri Chester.

PEMILIK nama lengkap Hamsari Aswar ini tampil di sesi Podcast untuk kanal Youtube Harian Berita Kota Makassar, Selasa (3/5). Host Putri Sasongko menggali lebih dalam tentang album tersebut.
Di awal penjelasannya, cowok yang perawakannya mirip Ariel Noah menyinggung soal kendala yang dihadapi untuk berkreasi dalam situasi pandemi. ”Kita para musisi kan biasanya mengumpulkan banyak orang. Tapi pandemi menghalangi untuk berkumpul. Event juga kurang. Karenanya, kita manfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal positif. Salah satunya dengan berkarya membuat lagu,” ujar Riri.

Riri mulai bermain musik ketika masih duduk di bangku SMA. Ia melakoninya bersama teman-temannya dalam sebuah band. Biasanya tampil di acara-acara sekolah.
Padahal, Riri tak punya darah bermusik dari keluarga. Hanya ia sendiri dalam keluarganya yang memilih jalur bermusik. Tidak heran, dirinya terkadang disebut bandel. Sebab orangtua menginginkannya menjadi seseorang dengan jalur biasa, di luar bermusik. Namun, Riri punya kepercayaan bisa meraih sesuatu dari keputusannya yang mengambil langkah sendiri.
Walau begitu, bukan berarti tak ada kendala yang dihadapinya. Menyatukan banyak kepala dalam sebuah band kerap menemui ketidaksepahaman. Belum lagi ada personel yang sibuk bekerja dan lebih memprioritaskan pekerjaannya itu. Sementara Riri mengaku butuh parner yang benar-benar fokus.

Akhirnya, Riri memilih untuk bersolo karir. Ia didukung oleh beberapa teman bandnya saat tampil di atas panggung. Seperti Rere dan Acha pada gitar, Mike di drum, Ony keyboard, dan Reska pada bass.
”Rere ini teman dari band sebelumnya dan sudah lama jalan bareng. Acha yang juga seorang komposer banyak berkontribusi dalam album yang dikerjakan,” tuturnya.
Ada satu prinsip yang dipegang teguh oleh Riri dari dulu hingga saat ini. ”Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok kalau kita berhenti hari ini,” ujarnya.
Ketekunan dan fokus menjadi bagian dari perjalanan karir Riri di dunia musik. Hingga pada akhirnya sebuah album dihasilkan. Langit ke Tujuh, begitu nama album tersebut.
”Album ini kita kerja di awal pandemi masuk. Saat itu kan job sepi, bahkan tidak ada sama sekali. Kebanyakan kami di studio. Di situlah kita sepakat untuk menyelesaikan materi-materi yang tertunda. Akhirnya, album selesai dua bulan. Berisi tujuh buah lagu,” terangnya.

Sebenarnya, menurut Riri, nama album ini awalnya Langit ke Tujuh. Melainkan Start from Zero. Perubahan nama dilakukan setelah didiskusikan. ”Dari segi pemaknaan, Start from Zero artinya kan mulai dari nol. Kenapa mesti dari nol? Sekalian terbang ke langit ke tujuh saja. Bermimpi setinggi-tingginya. Akhirnya jadilah nama album Langit ke Tujuh,” bebernya.
Terdapat hits single dalam album ini. Judulnya; Aku Pergi. Sementara, dari tujuh lagu yang ada, Riri mengaku paling suka dengan Antara Ragu. Reff dari kedua lagu tersebut dinyanyikan oleh Riri saat wawancara berlangsung.
Diakui Riri, lagu Antara Ragu merupakan yang tercepat pengerjaannya. Hanya butuh waktu setengah jam untuk penulisan liriknya. Hal itu wajar, karena ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadi.
Untuk video klip, sudah ada satu lagu yang telah dirampungkan pengerjaannya, yaitu lagu berjudul Aku Pergi. Sementara yang dalam proses, yakni Teman Baikku dan Takkan Kusesali. Lagu dalam album ini sudah bisa dinikmati oleh penikmat musik melalui 27 platform official. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini