Connect with us

Gojentakmapan

Baznas Maros Target Kumpulkan Zakat Rp15 M

-

MAROS,BKM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros menargetkan pencapain zakat untuk tahun 2021sekitar Rp15 miliar. Dari Rp15 miliar tersebut, Baznas Maros menargetkan zakat dari kalangan ASN sekitar Rp3 miliar lebih selama setahun.
Ketua Baznas Maros, Andi Said Patombongi, menuturkan, selama ini pengumpulan zakat fitrah di kalangan ASN belum maksimal. Dari 7.000 jumlah ASN lingkup Pemda Maros, masih terkumpul sekitar Rp3 miliar lebih. Seharusnya, kata dia, jika ada regulasi yang mengatur seluruh ASN ini mengumpulkan zakatnya melalui Baznas kabupaten, maka dia optimis capaian zakat ini bisa mencapai Rp5 miliar lebih. Karenanya pihaknya meminta kepada bupati Maros untuk membuat regulasi tersebut.
”Saat ini memang belum maksimal. Karena belum ada regulasi yang mengatur tata cara pengumpulan zakat di kalangan ASN. Nanti akan ada regulasi yang mengatur setiap zakat ASN dikumpulkan di masing-masing OPD untuk selanjutnya diserahkan ke Baznas kabupaten. Inilah yang sedang kami bicarakan dengan bupati Maros,” ujarnya kepada wartawan.
Mantan aggota DPRD Maros ini merasa optimistis gerakan ajakan ASN berzakat melalui OPD masing-masing ini akan menghasilkan banyak manfaat. Utamanya pada pengentasan kemiskinan. Dia menuturkan, kesadaran warga Maros untuk menyerahkan zakatnya ke Baznas ini mulai meningkat. Setiap tahunnya jumlah zakat fitrah yang diterima Baznas mengalami kenaikan. Tahun 2020 zakat fitrah yang diterima Baznas mencapai Rp10 miliar.
”Tahun 2019 pengumpulan zakat fitrah di Baznas mencapai Rp8 miliar. Sedangkan tahun lalu naik menjadi Rp10 miliar. Tahun ini kita target pengumpulan zakat sekitar Rp15 miliar,” jelasnya.
Dia menjelaskan, zakat yang terkumpul di Baznas ini digunakan untuk banyak hal. Baznas Maros melakukan pendistribusian zakat dalam dua hal. Pertama menyalurkan zakat yang konsumtif untuk mereka yang berhak menerima zakat. Kedua adalah membina penerima zakat untuk menjadi produktif dan mendidik mereka untuk menjadi orang yang berzakat.
”Di Baznas kita juga mendidik penerima zakat untuk lebih produktif. Kita melakukan pembinaan kepada mereka untuk membuka lapangan kerja yang baru. Seperti dibidang peternakan. Ada beberapa binaan Baznas ini. Bahkan mereka yang sebelumnya adalah penerima zakat, sekarang sudah bisa berzakat. Beberapa di antaranya sudah ada yang produktif, ada yang sertifikasi. Jadi artinya kita bisa membuat banyak hal dari zakat ini,” jelasnya. (ari/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini