Connect with us

Headline

Ditinggal Ayah, Murid SD Dua Tahun Rawat Ibu yang Sakit

Berjualan Donat Keliling untuk Biaya Hidup Sehari-hari

-

MAKASSAR, BKM — Namanya Aisyah. Usianya baru 11 tahun. Duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar. Ia tinggal di sebuah rumah kayu yang kondisinya memprihatinkan. Terletak di Jalan Naja Dg Nai, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Tepatnya di RT 008/RW 01.
Aisyah tak sendirian tinggal di lantai atas rumah ini. Ada pula ibunya Rosmiati dan dua adiknya yang masih kecil, masing-masing Adam yang berusia lima tahun, dan Roni dua tahun. Sebenarnya, Aisyah empat bersaudara. Namun satu adik laki-lakinya, Liyas yang berusia sembilan tahun ikut ke bapaknya dan tinggal bersama neneknya.
Pemandangan miris terlihat ketika BKM dan tim dari Yayasan Kemanusiaan Fajar (YKF) berkunjung ke rumah ini, Rabu (5/5). Hujan yang mengguyur siang kemarin membuat jalan masuk ke lokasi ini becek. Untuk bisa sampai ke rumah Aisyah yang tergolong pemukiman padat penduduk, harus melalui lorong yang sangat sempit.

Kondisi tanah yang licin berpengaruh terhadap tangga rumah yang sebagian kayunya telah lapuk. Harus ekstra hati-hati untuk melaluinya. Begitu pula kayu alas rumah yang telah ditambal di sana-sini. Tampak juga air mengucur dari atap sebuah terpal berwarna biru.
Memasuki sebuah kamar yang ada di lantai atas di bagian tengah, sesosok perempuan tergolek lemah tak berdaya. Tubuhnya tinggal tulang terbungkus kulit. Ia adalah Rosmiati, ibunda Aisyah. Sudah dua tahun lamanya Ros –begitu ia disapa– menderita sakit. Tak ada pengobatan yang diberikan kepadanya.
Sebelum jatuh sakit, Ros dulunya bekerja di sebuah pabrik roti. Ketika hamil anak keempatnya, ia menderita sakit. Kulitnya tetiba hitam-hitam. Kondisi tersebut berlangsung hingga Ros melahirkan hingga saat ini. Bahkan, kini sebagian kulitnya telah melepuh.
Selama sakit itulah, Aisyah mengambil peran menggantikan ibunya untuk mencari nafkah. Setiap subuh hari dia berkeliling menjajakan donat. Kue yang dijualnya itu diperoleh dari seorang ibu yang mengenalnya. Dari hasil penjualan, Aisyah mendapatkan Rp8.000 setiap harinya.
”Uangnya biasa saya kasih ke ibu untuk beli makanan. Tapi biasa juga kurang kudapat. Kalau begitu, saya bilang ke ibu dan dia mengerti. Ibu bilang, ya sabar saja,” tutur Aisyah. Di sudut dua bola matanya mengalir air bening.
Hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan merawat ibunya yang sakit selama dua tahun, Aisyah ternyata masih tetap bersekolah. Belajar daring dilakoninya tanpa memiliki gawai sendiri. Ia dipinjami oleh teman yang peduli dengan kondisinya.
”Biasa teman-temanku yang pinjamika HPnya. Kalau pulangka dari jualan donat jam 10 setiap hari, saya belajarmi pakai HPnya temanku,” ujarnya.

Rosmiati tak mampu menahan haru kala mendengar penuturan putri sulungnya itu. Ketika ditanya ke mana suaminya, Ros berujar sedih. ”Dia pergi meninggalkan kami saat saya sakit,” katanya dengan mulut bergetar.
Rumah yang ditinggali Ros dan anak-anaknya merupakan peninggalan orangtua. Ada kurang lebih 10 kepala keluarga yang bermukim di rumah ini. Di bagian bawah dan atas telah dibuat berpetak-petak. Saudara Ros lainnya tak ada yang tinggal di rumah tersebut. Mereka mengontrak di tempat lain.
Ketua RT 08/RW 01 Hj Hasma yang berada di rumah Rosmiati, mengatakan bahwa pihaknya sudah pernah memenawarkan kepada Ros untuk dibawa berobat di rumah sakit. Namun, ia tidak mau.
”Katanya ada anaknya yang masih kecil dan tidak ada jaga. Setiap bulan juga mendapat bantuan dari BAZNas,” terangnya.
Babinsa Kelurahan Rappokalling Serma Sudirman juga langsung turun dan mendatangi rumah Ros. Ia ingin memastikan kondisi keluarga ini. ”Pak Dandim yang perintahkan langsung untuk datang ke sini,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Ros dan keluarganya, BKM bersama YKF menyalurkan bantuan kepada mereka. Diharapkan Ros segera dapat bantuan pengobatan agar bisa sembuh dari penyakit yang kini dideritanya.
Ketika BKM dan tim YKF hendak pulang, seorang pria yang merupakan ASN Pemkot Makassar datang pula ke rumah Ros. Ia yang tinggal tak jauh kediaman Ros, menyampaikan bahwa Wakil Wali Kota Makassar Hj Fatmawati Rusdi akan berkunjung. Dirinya pun mengaku tidak pernah tahu ada tetangganya yang menderita sakit seperti dialami Ros. Selain itu, ada pula rombongan yang mengendari mobil datang membawa bantuan untuk keluarga ini. (*/rus)

Viral di Media Sosial

INFORMASI tentang keseharian Aisyah dan kondisi sakit yang dialami oleh ibunya, Rosmiati viral di media sosial sejak Selasa malam (4/5). Adalah Mismaya Khaerat yang mempostingnya.
”Anak di foto ini masih 11 tahun namun dia telah menanggung beban hidup ibunya yang terbaring lemah sakit sejak 2 tahun lalu. Dan ada dua adiknya yang masih kecil. Ayahnya pergi meninggalkan mereka sejak ibunya Aisyah sakit. Aisyah sehari-hari menjajakan donat. Mari berbagi dengan sesama. Jika ada yang mau memberi bantuan, silakan ditunggu. Rumahnya di sekitar Rappokalling dekat terowongan. Atau bisa saya antarkan juga. Jangan biarkan Aisyah menanggung sendiri beban hidupnya.” Begitu narasi yang diunggah Maya, sapaan akrab perempuan yang juga seorang jurnalis ini.
BKM bertemu dengan Maya di rumah Rosmiati, kemarin. Ia lebih awal tiba. Karena sebelumnya sudah ada seorang dokter yang peduli dengan kondisi Rosmiati, datang untuk mengecek kondisinya.
Menurut Maya, semua berawal dari informasi yang disampaikan bibi, perempuan yang menjaga anaknya sebulan lalu. Ia kerap mendapati Aisyah di subuh kala hendak berjualan donat. Setelah beberapa kali pertemuan itu, sang bibi menyempatkan bertandang ke rumah Aisyah untuk melihat kondisi ibunya.
”Saya sebenarnya termasuk terlambat menginformasikan ini semua. Karena satu bulan lalu bibi menyampaikan ke saya tentang Aisyah dan ibunya. Dan di awal Ramadan ini dia selalu mengajak untuk datang melihat kondisi ibu Ros. Tapi baru kemarin (Selasa, 4/5) saya sempat ke sini. Tidak pernah saya bayangkan kondisinya seperti ini. Mereka sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
”Perhatian dan bantuan dibutuhkan keluarga ini. Ibu Ros harus segera dibawa ke rumah sakit. Anak-anaknya patut mendapatkan bantuan. Tempat tinggal mereka kondisinya seperti ini. Sangat memprihatinkan,” tambah Maya.
Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada BKM atas kepedulian terhadap keluarga Rosmiati. Termasuk mereka yang menyalurkan bantuannya. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini