Connect with us

Metro

Ekonomi Sulsel Masih Minus 0,70 Persen

Usaha Informasi dan Komunikasi Tumbuh

-

MAKASSAR, BKM– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di triwulan I tahun 2021 masih terkontraksi minus 0,21 persen.

Walaupun demikian secara berangsur pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik jika dibandingkan triwulan IV tahun 2020 yang terkontraksi pada minus 0,70 persen.
Hal ini disokong dari sisi produksi, yakni pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 8,73 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh 8,19 persen.
Hal tersebut dijelaskan Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.
Ia menambahkan, terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I tahun 2021 disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada hampir semua lapangan usaha, salah satunya sektor transportasi dan pergudangan sebesar -18,04 persen.
Disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang mengalami kontraksi sebesar -1,54 persen, diikuti oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar -3,52 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar -3,61 persen.
“Pandemi covid-19 masih melanda dunia tak terkecuali seluruh wilayah Indonesia. Pandemi ini menyebabkan ekonomi Sulsel terkontraksi sejak triwulan II-2020 hingga saat ini. Ekonomi Sulsel triwulan I-2021 dibanding triwulan I-2020 tumbuh negatif atau kontraksi sebesar -0,21 persen,” ungkap Yos, Rabu (5/5).
Ia menambahkan, perekonomian Sulsel masih didominasi oleh lapangan usaha yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 23,42 persen, diikuti oleh industri pengolahan sebesar 12,63 persen, konstruksi sebesar 13,71 persen.
“Selain itu perekonomian Sulsel didominasi perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,11. Dari komponen ini masuk 15 kategori lainnya mengalami kontraksi yang memiliki kontribusi yang besar seperti konstruksi, industri pengolahan,” kata Yos.
Rendahnya serapan APBD menjadi salah satu faktor masih terjadinya kontraksi pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Olehnya Presiden RI Joko Widodo secara virtual sebelumnya meminta seluruh Gubernur di Indonesia termasuk Sulsel untuk memacu realisasi anggaran.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, penegasan realisasi anggaran tersebut APBD dan APBN. “Pak Presiden meminta pertumbuhan ekonomi dipacu dengan mendorong Investasi, realisasi APBN dan APBD, Alhamdulillah kita bagus, dan saya yakin ekonomi kita pada kuartal I tumbuh positif,” ujarnya.
Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel La Tunreng mengatakan satu-satunya langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah harus memaksimalkan realisasi APBD.
“Harapan kita awal tahun ini belanja pemerintah, harus dimaksimalkan karena ketika diawal tahun serapan belanja kurang pasti dampaknya di kuartal kedua, untuk itu belanja awal tahun ini betul-betul diatur sedemikian rupa tanpa melanggar aturan pada mengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal II,” harap La Tunreng.
Ia ketika Pemerintah Provinsi Sulsel mampu memaksimalkan belanja APBD pada kuartal I maka pertumbuhan ekonomi Sulsel diproyeksi pada point 4,8 persen.
“Saya kira melampaui apa yang kita proyeksi jika memang betul-betul pemerintah merealisasikan APBD-nya meskipun saat ini kontraksi ekonomi Sulsel masih berada pada angka 0,70 persen,” tutupnya.(jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini