Connect with us

Metro

Inspektorat Minta Dispora Lanjutkan Stadion Mattoanging

-

int KONDISI--Kondisi Stadion Mattoanging yang rata dengan tanah. Belum ada upaya Pemprov Sulsel untuk memperjelas kapan akan dilakukan pembangunan ulang.

MAKASSAR, BKM– Pembangunan Stadion Mattoanging belum ada kejelasan. Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Sulkaf Latief mengaku hingga sekarang belum ada penandatanganan kontrak manajemen konstruksi.
“Arwin (Kepala Dispora Sulsel, red) sudah bilang toh tetap dilanjutkan. Penandatanganan kontrak, manajemen konstruksi tidak mungkin dilakukan jika rencana pembangunannya belum jelas,” ungkap Sulkaf, Rabu (5/5).
Ia menambahkan, perencanaan juga ada jika anggaran pembangunan tersedia. Sekarang ditunda pembangunan Stadion Mattoanging.
“Dana pembangunannya tidak tersedia maka ditunda, tidak ada tanda tangan kontrak. Kalau ada tandatangan kontrak ada kewajiban membayar,” kata Sulkaf.
Atas polemik tersebut, Sulkaf meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selaku organisasi perangkat daerah yang menaungi serta Bapenda Sulsel selaku penyedia anggaran untuk mencarikan solusi agar proyek tersebut segera berjalan.
“Biarkan dispora dan bapenda yang berpikir dulu. Selama mereka menjalankan sesuai aturan tidak perlu kita masuk. Aturannya begitu, boleh kita tender diawal, misalnya kegiatan di 2021 ditender di 2020, boleh dipercepat. Tapi perjanjiannya, nanti tanda tangan kontrak setelah DPA jadi,” imbuhnya.
Sulkaf menambahkan, harusnya November 2021 sudah dilakukan lelang jika rencana pembangunan dilakukan Januari 2022 mendatang.
“Presiden minta supaya Januari mulai membangun, kalau mau membangun di Januari maka harus diproses lelang, bisa di bulan November,” ujarnya.
Sebelumnya Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, jika dirinya tidak akan melanjutkan pembangunan Stadion Mattoanging jika penganggarannya bersumber dari utang.
Ia bahkan meminta pembangunan tetap dilanjutkan dengan catatan seluruh utang Pemprov Sulsel dan situasi keuangan Pemprov Sulsel sudah mulai bagus.
“Tetap dilanjutkan, tapi sekarang fokus membayar utang, dan pembangunan ini dilakukan jika situasi keuangan kita sudah mulai stabil,” ujarnya.
Andi Sudirman mengakui, sisa utang Pemprov Sulsel sekarang tersisa 12 persen dari total jumlah utang Pemprov Sulsel Rp609 miliar.
“Kalau potensi dilanjutkan itu kembali ke TPAD dulu. Tapi kalau tahun ini kerja atau tidak, kita lihat kondisi keuangan bagaimana. Dan utang kita sekarang sisa 12 persen,” ujarnya. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini