Connect with us

Kriminal

Tempatkan Personel Gabungan di Tiap Pos Penyekatan

-

PERIKSA PASUKAN -- Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam melakukan pemeriksaan pasukan saat menggelar apel pasukan dalam persiapan operasi ketupat di Lapangan Karebosi.

MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel libatkan 4.327 personel gabungan untuk melakukan pengamanan Idulfitri atau Operasi Ketupat yang akan digelar mulai Rabu, 6 Mei hingga Senin, 17 Mei 2021 mendatang.
”Sebanyak 4.327 personel Polri ditambah pasukan TNI dan Pemda. Kemudian 42 titik penyekatan, 48 pos pengamanan yang diisi pasukan gabungan serta 27 pos pemantauan,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam usai apel gelar pasukan di lapangan Karebosi, Rabu (5/4).
Menurut Merdisyam, pos penyekatan ada di batas kota dan ada aglomerasi empat kota. Yaitu Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar. Artinya, di empat kota tersebut diberikan kebijakan oleh pemerintah. Karena arus perpindahan tiap hari merupakan satu bagian sehingga tidak ada pembatasan.
”Selain keempat kota itu, kita lakukan pembatasan. Pelaksanaannya, di setiap titik penyekatan kita akan tempatkan personel gabungan,” ucap Merdisyam.
Merdisyam menyebutkan, ada batasan yang boleh bepergian dan keluar masuk. Misalnya orang yang kapasitas dinas atau pekerjaan yang dibutuhkan keseharian. Dan ini tentunya akan koordinasi dinas kesehatan dan pos penyekatan yang ada dititik lain.
”Ini operasi sebenarnya operasi pelayanan. Penegakan hukum dilakukan merupakan tahap akhir. Kita mengimbau agar kesadaran masyarakat. Kita perketat di tempat yang menjadi potensi terjadinya kerumunan ataupun titik keramaian,” sebut Merdisyam.
Sementara Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, sudah ada wilayah aglomerasi, Mamminasata. Tentu itu akan menjadi tindak lanjut, karena itu arahan dari kementerian. Tentu juga ada penyekatan wilayah arus mudik.
”Itu kita akan tahan. Kecuali orang yang melakukan perjalanan dinas dan angkutan barang dan jasa,” kata Sudirman saat ditemui usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2021 di Lapangan Karebosi.
Dijelaskannya, budaya yang dulunya selalu mudik, tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk melaksanakan mudik. Kebijakan ini tak lain adalah sebagai bentuk menghindari penyebaran Covid-19. Seperti di India.
”Ini sudah kami berikan kebijakan tarawih di masjid dan lebaran. Tapi mudik kita tahan supaya tidak berkumpul satu sama lain dan kemudian melakun euforia yang bisa menimbulkan penyebaran Covid,” tutupnya. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini