Connect with us

Headline

Ibu Dua Tahun Sakit karena Kekurangan Gizi

Rosmiati Akhirnya Dibawa ke RS, Aisyah Dapat Gawai

-

IST DIBAWA KE RS-Rosmiati berhasil dibawa ke RSUD Daya, Kamis (6/5). Dikawal Babinsa Rappokalling Serma Sudirman, Rosmiati digedong salah seorang kerabatnya untuk dibawa ke mobil ambulans yang akan mengantarnya ke rumah sakit.

MAKASSAR, BKM — Kisah sedih nan memprihatinkan keluarga Rosmiati menuai simpati dari banyak kalangan. Ia yang sudah dua tahun terbaring tak berdaya di kediamannya, akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar, Kamis (6/5). Perempuan empat anak itu dibawa untuk mendapatkan perawatan medis dan memulihkan kondisinya.
Sementara Aisyah, anak sulung yang merawat dan mencari nafkah untuk membiayai ibunya mendapatkan gawai. Alat komunikasi itu diberikan guna mendukung pembelajaran daring Aisyah yang saat ini duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD).

Evakuasi Rosmiati dilakukan dari kediamannya di RT 08/RW 01 Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Tim dari Puskesmas turun langsung ke lokasi dengan membawa armada ambulans berplat merah DD 9435 RZ. Rosmiati yang tak lagi bisa berjalan, digendong oleh seorang kerabatnya menuju mobil. Babinsa Rappokalling Serma Sudirman ikut serta dalam proses evakuasi ini.
Serma Sudirman sudah berada di rumah Rosmiati sejak pagi hari. Sebab sehari sebelumnya, Rabu (5/5), memang sudah ada rencana untuk membawa Rosmiati ke rumah sakit. Namun terkendala dengan alasan tidak ada yang bisa menjaganya di rumah sakit.

”Awalnya sempat ada penolakan dari pihak keluarga untuk membawa Ibu Ros berobat ke rumah sakit. Mereka khawatir tidak ada yang bisa jaga di sana. Tapi setelah dikomunikasikan dengan RT, RW serta Pak Lurah, disepakati untuk menghubungi dokter Gusti selaku penanggung jawab Puskesmas Rappokalling. Pihak keluarga juga diberi pengertian dan membujuknya. Pada pukul 12.00 Wita, Ibu Ros berhasil dievakuasi ke RS Daya,” terang Serma Sudirman.
Kepala Puskesmas Rappokalling dr Gusti yang dihubungi terpisah, menyebutkan bahwa dari diagnosa awal yang dilakukan, Rosmiati mengalami malnutrisi alias kekurangan gizi. ”Tapi itu baru diagnosa awal. Masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Makanya harus dirujuk ke rumah sakit,” ujar dr Gusti.

Tentang penyebab malnutrisi tersebut, dr Gusti memperkirakan, selain karena kondisi ekonomi,
kemungkinan karena Rosmiati mengalami stres akibat ditinggal suaminya. Awalnya, ia menderita sakit ketika sedang hamil anak keempat. Penyakitnya semakin parah setelah anaknya lahir, dan suami pergi meninggalkannya.
Terkait penolakan keluarga yang sebelumnya mencuat, menurut dr Gusti, hal itu terjadi karena adanya kekhawatiran bahwa pasien tidak ada yang menjaganya ketika berada di rumah sakit. Termasuk khawatir kalau Rosmiati kemudian dinyatakan covid-19.
”Berdasarkan kesepakatan bersama, ibu Ros yang dirawat di rumah sakit akan dijaga secara bergantian oleh warga. Begitu pula dengan anaknya yang tiga orang, akan dijaga oleh warga setempat. Pasien juga belum menjalani pemeriksaan, sehingga tidak bisa dipastikan apakah covid atau tidak,” jelas dr Gusti lagi.

Kepedulian terhadap keluarga ini bukan hanya ditujukan kepada Rosmiati. Sang anak sulung, Aisyah yang setiap subuh hari berkeliling untuk berjualan donat, juga mendapat simpati. Alita Karen dari Forum Pemerhati Masalah Perempuan memberikan gawai untuk Aisyah.
Bantuan lain terus mengalir dari para dermawan. Ada yang datang membawa kebutuhan pokok serta uang. Salah satunya dari Tim Pencinta Anak Yatim.

Mismaya Alhaerat yang pertama kali menemukan dan menginformasikan kondisi keluarga miskin ini melalui media sosial, menyampaikan apresiasi terhadap para dermawan yang telah datang menyampaikan kepeduliannya untuk Rosmiati dan keluarganya. Termasuk kepada tim medis yang mengevakuasi Rosmiati ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Ia berharap kesembuhan bagi Rosmiati, dan Aisyah bisa tetap melanjutkan sekolahnya. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini