Connect with us

Headline

Penumpang Pesawat Anjlok 95 Persen

-

MAKASSAR, BKM — Pelarangan mudik resmi diterapkan secara serentak di Indonesia mulai Kamis (6/5). Tak terkecuali di Sulawesi Selatan. Pengetatan pun dilakukan pada seluruh jalur, yakni udara, darat dan laut.
Untuk jalur udara, kebijakan tersebut berdampak pada anjloknya jumlah penumpang pesawat. General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Wahyudi, menyebut trafik penumpang udara turun drastis hingga 95 persen jika dibandingkan sebelum pemberlakuan pengetatan atau pelarangan tersebut.
“Penurunan penumpang kita sangat drastis, mencapai 95 persen. Penurunan ini karena adanya pengetatan atau pelarangan mudik,” ungkap Wahyudi, Kamis (6/5).
Disebutkan, di hari pertama penerapan pengetatan penerbangan, kemarin, penumpang yang melakukan penerbangan di Bandara Internasional Hasanuddin berada di kisaran angka 1.000 orang.
Jumlah tersebut turun drastis jika dibandingkan trafik penumpang periode 30 April-2 Mei 2021,
sebelum dilakukan pengetatan atau pelarangan mudik.
PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi yang terbanyak melayani penumpang yakni 75.556 atau rerata perhari secara fluktuatif melayani penumpang 20 ribu hingga 25 ribu, dengan 744 pergerakan pesawat.
“Trafik penumpang untuk hari pertama penerapan pengetatan atau pelarangan mudik itu kurang lebih 1.000 orang. Penumpang yang melakukan perjalanan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, yaitu memiliki surat izin perjalanan, surat keterangan kesehatan dan beberapa persyaratan lainnya,” ungkap Wahyudi.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan pelarangan mudik dilakukan sesuai arahan presiden, dalam hal ini kapolri guna menekan penyebaran covid-19. Menurutnya, pengetatan libur panjang lebaran tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan tahun lalu. Hal itu menyusul adanya mutasi baru covid-19, yaitu B1617. Ia menyebutkan, mutasi covid-19 yang berasal dari India tersebut lebih berbahaya dibandingkan jenis sebelumnya.
“B1617 ini berbahaya. Itulah yang meledak di India dan sekarang sudah terdeteksi di Jakarta. Kita tidak mau ini terjadi di Sulsel,” kata Andi Sudirman.
Dengan adanya larangan mudik, semua akses ke daerah disekat secara ketat. Sebanyak 4.327 personel gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI-Polri melakukan penyekatan tidak hanya pada wilayah perbatasan jalur utama, tetapi juga jalur perintis yang disebut jalur tikus.
“Kami berpesan kepada masyarakat, bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk salat tarawih dan salat Id (berjamaah) dengan protokol kesehatan. Mudik kita harus hindari, supaya tidak berkumpul satu sama lain. Juga menghindari euforia yang bisa mengakibatkan terjadinya ledakan (kasus penyebaran covid-19),” ujar ASS.
Ia mengakui, dua tahun terakhir ini harus dilakukan pelarangan mudik sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran virus corona. “Masyarakat sudah paham, jika saat ini bukan waktu yang tepat untuk melaksanakan mudik besar-besaran. Kita menempuh kebijakan ini sebagai upaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi di negara lain,” tandasnya.
Ia memaparkan, Sulsel saat ini tertinggi angka kesembuhan dan terendah angka kematian. Namun itu bukan menjadi parameter tidak mematuhi aturan untuk tidak mudik.
“Ingat, kita tidak boleh larut dalam euforia. Kita harus melihat perkembangan terkini secara global dan melihat negara tetangga yang terjadi kenaikan eskalasi,” tandasnya.

Posko Penyekatan

Menyusul pelarangan ini, Dishub Sulsel telah mengawasi jalur-jalur tikus. ”Petugas terus melakukan pemantauan dan pengawasan,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel Abd Azis Bennu.
Azis menambahkan, model penyekatan yang dilakukan adalah dengan membangun posko-posko di perbatasan antardaerah. Petugas di setiap posko akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang lewat.
“Setiap kendaraan akan diperiksa secara seksama. Termasuk memeriksa KTP orang-orang yang berada di kendaraan tersebut,” tuturnya
Azis menegaskan, masyarakat yang bandel melakukan mudik lebaran akan diminta untuk putar balik.
“Bagi kendaraan yang melanggar dikenakan sanksi diarahkan kembali ke asal perjalanan. Dan bagi perusahaan angkutan dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan,” tegasnya.
Kabag Polres Maros Kompol Jasardi, mengatakan ada dua posko penyekatan yang dijaga personelnya. Dua di antaranya pos Mallawa yang ada di perbatasan Maros-Bone, dan pos Bontoa yang ada di perbatasan Maros-Pangkep.

“Sebanyak dua pos penyekatan kini telah dijaga dengan ketat. Kalau ada pemudik yang melanggar dan nekat mudik, kami secara tegas akan berikan sanksi,” tandasnya. (jun-ari)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini