Connect with us

Sulselbar

Wawali Rakor Penanganan Covid-19

-

PAREPARE, BKM — Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim menghadiri rapat koordinasi (rakor) penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 yang digelar Kemendagri. Rakor diikuti Kepala Daerah dan Forkopimda ini digelar secara virtual.
Pangerang didampingi Forkopimda, seperti Kapolres, AKBP Welly Abdillah, Dandim 1405 Mallusetasi, Letkol Czi Arianto Wibowo, Kajari, Didi Haryono, dan Ketua DPRD, Andi Nurhatina di ruang kerja Wakil Wali Kota Parepare, Senin, (3/5).
Mendagri Tito Karnavian mengatakan, hasil pertemuan menjadi acuan bagi kepala daerah untuk melakukan penanganan covid 19 di daerah masing-masing. Sehingga, ada tindak lanjut dengan rakor dengan forkopimda di daerah.
“Semoga dari hasil rapat ini hendaklah ditindaklanjuti oleh para kepala daerah yaitu dengan melakukan Rakor dengan melibatkan forkopimda, untuk menyikapi menahan covid 19 menjelang hari raya idulfitri,” tukas Tito.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo meminta pemerintah di daerah memberikan edukasi terkait larangan mudik ke masyarakat. Sosialisasi massif sangat diperlukan sehingga informasi tak diterima parsial. Termasuk, imbauan orang tua ke anak soal larangan ini.
“Kita minta kesadaran pemudik untuk menahan diri pulang ke kampung halaman demi kebaikan bersama,” ucap Doni.
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan penanganan pandemi covid-19 jelang idulfitri diatur sedemikian rupa. Wilayah zona kuning dan zona hijau boleh melaksanakan salat di masjid dan di lapangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dengan maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.
“Daerah zona merah dan zona orange tidak boleh dilaksanakan di masjid maupun di lapangan. PHBI di daerah setempat wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing berkenaan dengan status zona penyebaran covid-19 dan pelaksanaan shalat idulfitri,” pungkasnya.
Dalam rakor ditampilkan progres kinerja penanganan Covid-19 setiap Provinsi. Persentase kasus aktif terendah adalah Provinsi Sulsel sedangkan tertinggi Papua 43.30 persen. Sementara persentase kesembuhan tertinggi Sulsel dengan capaian 97.99 persen dan terendah Papua 55.68 persen.
Terakhir, persentase kematian tertinggi Provinsi Jawa Timur 7.23 persen dan terendah Kalimantan Barat 0.58 persen. (mup/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini