Connect with us

Politik

Didesak Warga Untuk Perjuangkan Jalan, Internet, dan Pendidikan

-

IST Jhon Rende Mangontan

MAKALE, BKM–Legislator Partai Golkar DPRD Sulsel Jhon Rende Mangontan (JRM) melakukan di Kecamatan Mappak dan Simbuang Tana Toraja.
Reses di dua kecamatan terpencil wilayah Toraja Barat digelar selama dua hari dengan menyasar tiga titik. Hari pertama di Lembang Tanete dan Kelurahan Kondo Dewata, Kecamatan Mappak, kemudian di Lembang Makkodo, Kecamatan Simbuang.
Baik di kecamatan Mappak maupun Simbuang, sejumlah aspirasi disampaikan warga serta aparat pemerintah setempat yang hadir.
“Yang kami butuhkan di sini pak infrastruktur jalan, layanan telpon dan internet, listrik, pendidikan serta kesehatan,” ungkap Petrus, warga Mappak.
Menurut Petrus, selama ini, warga mengeluhkan akses jalan menuju wilayah mereka, dimana masih dalam kondisi rusak parah disejumlah titik. Kondisi ini berdampak pada terganggunya mobilitas serta perekonomian masyarakat setempat. Masalahnya, untuk dapat menjangkau wilayah tersebut hanya bisa menggunakan kendaraan tertentu saja, baik roda dua maupun roda empat.
Demikian pula dengan layanan listrik yang belum maksimal dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Mappak.
Belum lagi soal jaringan telepon dan internet yang sangat terbatas, padahal sudah menjadi kebutuhan esensial saat ini. Apalagi pandemi Covid-19 yang belum pulih telah merubah perilaku hidup warga, tak terkecuali di Mappak-Simbuang.
Sementara soal pendidikan, warga mengungkap keresahan atas minimnya guru berstatus PNS yang betugas. Salah satunya, SMAN 12.
Diketahui dari 17 tenaga pengajar hanya 2 orang berstatus PNS sedangkan lainnya merupakan tenaga honor.
“Yang honor itu semua warga Mappak, dan kami harap kalau bisa diperjuangkan agar bisa diangkat PPK atau CPNS,” harap Sinai, Kepala Sekolah SMAN 12.
Atas keluhan itu, JRM mengatakan akan mencoba memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Reses ini menjaring aspirasi untuk kami coba perjuangkan hak-hak masyarakat demi kebaikan kita di sini, agar bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, khususnya sila ke 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” terang JRM.
Ketua Bapera Sulsel itu prihatin atas kondisi yang sudah lama dialami masyarakat di sini. Menurut dia, Mappak-Simbuang memiliki sumber daya alam melimpah, akan tetapi tak ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.
“Biar disini ada komoditas andalan tapi terkendala infrastruktur nilai jualnya akan rendah. Kebutuhan mendasar ini kita harus dorong kedepan,” katanya.
Kendati begitu, JRM menegaskan lembaganya bukanlah pengambil kebijakan atau eksekutor, tapi lebih pada memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Untuk itu, ia mengajak pemerintah tingkat lembang dan kecamatan bekerja sama mengusulkan program sesuai skala prioritas kedepannya.
“Saya tidak janji, tapi saya akan berusaha memperjuangkan semaksimal mungkin sesuai keimanan saya. Kami bukan pengambil kebijakan tapi kami memperjuangkan aspirasi,” jelas anggota Komisi E itu. (gus/rif/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini