Connect with us

Headline

Iseng-iseng Sarjana Telekomunikasi yang Berbuah Hasil

Dian Fitri Merintis Usaha Ngemil Nyicip dan Brand Platipus

-

PERKEMBANGAN teknologi telah membuka peluang besar bagi kalangan milenial. Salah satunya di sektor usaha. Mereka beramai-ramai memanfaatkan sosial media untuk mencari celah peluang bisnis. Salah satunya dilakukan oleh Dian Fitri.

Hadir dalam sesi Podcast untuk kalan Youtube Harian Berita Kota Makassar, Sabtu (8/5), Dayen –begitu ia akrab disapa– bercerita tentang perjalanan usahanya. Mulai dari iseng dan coba-coba, hingga akhirnya berbuah keberhasilan.
Bermula di tahun 2017 silam. Usaha berjualan makanan kecil (snack) dilakoninya. Kala itu bersama dengan sang ibu. Snack tersebut dijual di toko grup murah yang ada di Makassar. Penyebarannya pun cukup massif dilakukan.
Kala pandemi mendera, Dayen kemudian berpikir apa yang harus dilakukan di tengah kondisi ini. ”Waktu itu kan orang diminta untuk tinggal di rumah. Terpikirlah apa yang bagus dipasarkan. Intinya, ngemil apa yang bagus saat orang sedang di rumah. Yang ringan-ringan dan bisa dibawa ke mana-mana,” tuturnya.
Akhirnya, sebuah brand baru lahir. Namanya Ngemil Nyicip. Ada 30 item camilan yang dipasarkannya. Salah satu yang best seller adalah macaroni. Jenis ini ada tujuh macam.

Di bulan Ramadan ini, Ngemil Nyicip juga menyediakan camilan buah kurma. Ada pula yang dikemas khusus untuk dijadikan parsel.
”Dari awal mama terus mendorong untuk memulai usaha. Mama memang sudah punya usaha lain di luar. Saya kemudian berpikir, kalau mama bisa, Dayen juga bisa. Saya cobalah ini Ngemil Nyicip. Mama kasih chanel ke toko-toko grup murah. Sekarang sudah ada tujuh atau delapan toko di Makassar yang menyediakan camilan Ngemil Nyicip ini. Ada juga di Maros,” terangnya.
Selain camilan, Dayen juga punya bisnis baju kaus. Menggunakan branding Platipus, ia bersama rekannya memasarkan secara daring.
”Awal usaha ini sewaktu masih kuliah di Bandung. Bersama dengan teman-teman sejurusan yang punya passion mendesain lalu produksi. Kami ada beberapa orang dari kota berbeda. Ada yang dari Kalimantan, ada juga dari Makassar. Prinsip branding kami, tidak murahan dan tidak banyak samanya,” jelas Dayen sambil menunjukkan baju kaus warna hitam merek Platipus yang dikenakannya.
Merintis Platipus dari tahun 2016 sejak kuliah, sekarang brand ini sudah masuk produksi volume empat. Produksi baju kaus terbatas ia pasarkan secara daring dan mendapat sambutan dari berbagai kalangan.
Ditanya oleh Putri Sasongko yang mewawancarainya terkait planning ke depan, anak sulung dari tiga bersaudara ini mengaku akan kembali memulai bisnis baru. Kali ini untuk produk skin care. Lagi-lagi Dayen bersama temannya, diajak hingga tertarik.
Padahal, Dayen mengakui, ketika duduk di bangku SMP dan SMK, ia sangat jarang sekali bersentuhan dengan pembersih wajah. ”Cuci muka saja jarang,” cetusnya sambil tertawa.
Bisnis yang ditekuni Dayen selama ini ternyata cukup melenceng dari latar belakang pendidikannya. Termasuk profesi terbarunya sebagai seorang penyiar pada salah satu radio swasta ternama di Makassar.
Dayen adalah seorang sarjana S1 Teknik Telekomunikasi Universitas Telkom Bandung. Karenanya, walau telah mendapatkan hasil dari usahanya selama ini, ia tetap punya keinginan untuk masuk ke dunia kerja sesuai latar belakang pendidikannya. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini