Connect with us

Headline

BKKBN Sulsel Evaluasi Pendataan Keluarga 2021

-

IST EVALUASI-Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani (kanan) pada Rapat Evaluasi Pendataan Keluarga Tingkat Provinsi Tahun 2021, Senin (10/5). Kegiatan ini diikut secara virtual oleh kepala OPD-KB dari 24 kabupaten/kota.

MAKASSAR, BKM — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Ritamariani membuka kegiatan Rapat Evaluasi Pendataan Keluarga Tingkat Provinsi Tahun 2021, Senin (10/5). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Perwakilan BKKBN Sulsel ini dihadiri Koordinator Bidang Adpin, Dalduk dan KS/PK, serta Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi beserta staf. Diikuti secara virtual meeting melalui zoom oleh kepala OPD-KB atau yang mewakili dari 24 kabupaten/kota.
Dalam arahannya, Andi Rita menyatakan bahwa rapat evaluasi ini dilaksanakan untuk mengetahui gambaran sejauh mana progres pelaksanaan Pendataan Keluarga di kabupaten/kota masing-masing sampai ke tingkat wilayah terkecil, yaitu RT.

“Tolong sampaikan kendala-kendala yang dihadapi terkait target pendataan keluarga yang sudah dicapai, mekanisme pelaksanaan dan strategi yang dilakukan agar kami di provinsi dapat mengetahui dan menindaklanjuti secara cepat,” ujar Andi Rita.
Dalam kesempatan ini juga diadakan diskusi dan sharing dari kabupaten/kota yang menduduki lima besar capaian targetnya, yaitu Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Gowa, Soppeng, dan Luwu Timur. Salah satu strategi yang digunakan Kota Parepare adalah dengan melakukan koordinasi dengan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan dan kecamatan terkait pelaksanaan pendataan. Mereka juga dilibatkan langsung dalam pengumpulan data keluarga lapangan.
Diharapkan setelah rapat evaluasi ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat yang lebih besar lagi untuk mencapai target kabupaten/kota masing-masing sesuai dengan waktu pelaksanaan pendataan keluarga hingga tanggal 31 Mei 2021. Mengingat saat ini Provinsi Sulawesi Selatan capaiannya masih 36,84 persen, diharapkan user operator yang telah ada sejak pekan lalu dapat menggenjot capaian inputan data hingga 100 persen dan telah masuk ke dalam server secara menyeluruh.

Dalam pertemuan itu, kepala Bidang Dalduk Kabupaten Sinjai menjelaskan, metode pengumpulan data di daerahnya menggunakan smartphone 20 persen dan formulir 80 persen. Penginputan formulir dilakukan secara multiuser dengan asumsi bahwa satu akun bisa digunakan oleh 10 operator di tingkat desa/kelurahan. Kemudian penginputan bisadipindahkan dari kecamatan yang jaringannya kurang bagus ke kecamatan yang jaringannyabagus, dengan syarat membuat surat pernyataan ketidaksanggupan dari kecamatan yang ditandatangani oleh manajer pengelolaan dan diketahui oleh camat.
Kepala bidang Dalduk Kota Makassar menyebut, capaian input baru 54 persen. Hal ini disebabkan karena bulan puasa ditambah sebentar lagi Idulfitri. Di Makassarbanyak keluarga yang baru bisa didata pada malam hari, sehingga diharapkan agar pelaksanaan PK21 ditambah dua minggu khusus untuk penginputan. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini