Connect with us

Headline

Ditanya Cita-cita, Aisyah: Saya Mau Berbakti ke Orangtua

Bantuan Terus Berdatangan untuk Keluarga Rosmiati

-

BKM/NUR HAMZAH BANTUAN-Danramil 02 Tallo Mayor Arh DR Mustan Umar bersama jajaran Bank Sulselbar dan donatur lainnya usai menyerahkan bantuan untuk Aisyah di rumahnya (atas). Manajer Sirkulasi Harian BKM Ahmad T menyerahkan donasi dari warga Perumahan Villa Mutiara Hijau usai Aisyah hadir pada sesi Podcast di studio mini BKM Lantai III Graha Pena, Senin (10/5). (Bawah)

MAKASSAR, BKM — Setelah videonya viral, Aisyah kini banyak dikenal orang. Anak perempuan usia 11 tahun dan masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD) ini ramai dibicarakan. Hal itu karena ia harus berjualan donat keliling demi membantu membiayai ibunya yang sakit selama kurang lebih dua tahun.
Di saat ibunya, Rosmiati menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar, Aisyah sebagai anak sulung punya tanggung jawab menjaga dua adiknya di rumah. Ia bergantian dengan neneknya, yang biasa harus ke rumah sakit untuk menjaga dan mengganti popok Rosmiati.
Di sela-sela menerima para dermawan yang menyalurkan donasinya, Senin (10/5), Aisyah berkesempatan hadir di studio mini BKM Gedung Graha Pena Lantai III. Ia kembali bercerita tentang kisah hidupnya, kondisi terkini ibu dan adik-adiknya, serta mereka yang telah berdonasi untuk ia dan keluarganya.

Dimulai dari kisahnya berjualan donat keliling yang dilakoninya di seputaran terowongan. Hasil dari berjualannya itu kemudian ia berikan ke neneknya, dan sebagian untuk ibunya. Jika jualan donatnya habis, Aisyah biasanya mendapatkan Rp30 ribu. Namun bila ada yang tersisa, uang yang dibawa pulang juga sedikit.
”Kalau sedikit uang kubawa pulang, nenekku bilang tidak apa-apa. Yang penting adaji bisa dibelanja,” tuturnya.
Sebagai seorang anak perempuan dan tertua di keluarganya, Aisyah punya tanggung jawab yang lebih besar di keluarganya. Ibunya yang sakit dirawatnya bergantian dengan sang nenek.
”Biasa kalau ibuku mau minum, saya kasih minumki pakai jus (sedotan). Begitu juga kalau mau ganti popok, sayaji yang gantikanki. Sedihja juga lihat mamaku sakit,” ujarnya.
Ditanya tentang ayahnya, Aisyah mengaku sempat bertemu pada Minggu malam (9/5). Namun, sang ayah tidak bicara ke Aisyah. Tak ada respons apa-apa ketika mereka bersua. Suami Rosmiati pergi meninggalkan istri dan anaknya ketika putra keempat mereka dilahirkan.
Walau begitu, Aisyah tidak menyimpan dendam. Hal itui tersirat dari pengakuannya ketika ditanya tentang cita-citanya jika dewasa kelak. ”Saya mau berbakti kepada orangtua. Kalau dilarangka pergi mamaku, saya tidak pergi. Kalau dimintaka rawatki mamaku, saya akan rawat,” terangnya polos.
Setelah kisah hidupnya viral, silih berganti orang berdatangan ke kediaman Aisyah di Jalan Naja Dg Nai, RT 08/RW 01, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Dalam enam terakhir sejak videonya di unggah di Youtube Harian Berita Kota Makassar, bantuan dari mereka peduli terus mengalir. Usai sesi wawancara di Graha Pena, Manajer Sirkulasi BKM Ahmad T menyerahkan donasi dari warga Villa Mutiara Hijau.

Usai dari Graha Pena, Aisyah diantar kembali ke rumahnya. Di situ sudah menunggu banyak orang yang hendak menyalurkan bantuan. Bahkan, Danramil 02 Tallo Mayor Arh DR Mustan Umar yang didampingi Babinsa Rappokalling Serma Sudirman tampak di lokasi bersama Banteng Komando. Termasuk dari Bank Sulselbar, alumni SMAN 1 Makassar, serta dermawan lainnya. Mereka secara bergantian menyerahkan bantuan yang diterima langsung oleh Aisyah bersama dua orang adiknya.
Danramil Tallo Mayor Mustan Umar, mengatakan kedatangannya ke kediaman Aisyah untuk menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu. Setelah melihat tempat tinggal keluarga Rosmiati, Mayor Mustan menilai kediaman keluarga ini layak untuk menjadi sasaran bedah rumah.
”Memang ada program kami untuk bedah rumah. Kalau melihat kondisi tempat tinggal Aisyah ini, layak untuk pelaksanaan program. Mudah-mudahan kalau ada program ini, kita akan ajukan. Tentunya harus memenuhi persyaratan, seperti memperlihakan sertifikat kepemilikan,” terang Mustan Umar.
Ketua RT 08/RW 01 Kelurahan Rappokalling Hj Hasna, mengakui sejak hari Rabu (5/5), bantuan terus mengalir untuk keluarga Aisyah. Selain Rosmiati yang berhasil dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis, para donatur menyalurkan bantuannya, baik berupa uang maupun sembako. Hj Hasna dan Aisyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan kepeduliannya. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini