Connect with us

Metro

Serapan Anggaran Pemprov Hanya 15,50 Persen

-

MAKASSAR, BKM– Serapan anggaran Pemerintah Provinsi Sulsel baru diangka 15,50 persen, dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan belum ada yang menyentuh angka 30 persen.
Berdasarkan data yang dihimpun, baru empat OPD yang serapannya diatas 25 persen, 10 OPD dengan capaian keuangan sampai 25 persen, 14 OPD dengan capaian keuangan 20 persen, ,14 OPD 15 persen, dan 11 OPD dengan capaian dibawah 10 persen.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, rendahnya serapan pada bulan pertama triwulan ke II berhubungan dengan rendahnya serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pinjaman yang bersumber dari PT SMI senilai Rp1,338 triliun digabung dengan target belanja APBD Sulsel senilai Rp11,7 triliun.
Darmawan bilang, serapan anggaran jika penghitungannya diluar anggaran PEN diprediksi mencapai 20 hingga 25 persen.
“Kemarin kan serapan anggaran termasuk di dalamnya pinjaman PEN Rp1 triliun, kan begitu dihitung. Tapi itu belum dimanfaatkan, jadi misalnya kalau dikasi keluar itu yang Rp1 triliun otomatis akan naik,” sebut Andi Darmawan Bintang saat ditemui di Kantor Gubernur, Senin (10/5).
Penyebab lainnya kata Darmawan adanya refocusing anggaran, otomatis dilakukan beberapa perbaikan dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA).
Sektor infrastruktur menjadi bidang yang rendah progresnya. Apalagi infrastruktur punya banyak tahapan mulai dari perencanaan, lelang, prosedur pemasukan dokumen penawaran dan tahapan lainnya. Hanya saja, serapan di sektor ini akan naik di triwulan III dan IV.
“Pada akhirnya dia akan naik pada triwulan III, pada saat semua proses tersebut selesai. Kan sudah ada yang jalan, kalau misalnya dia tender awal lelang sudah ada minta uang muka tapi tidak sebesar yang kita harapkan di triwulan III dan IV,” jelasnya.
Serapan anggaran 15,50 persen tersebut bersumber dari kegiatan-kegiatan rutin, biaya koordinasi dan rapat, setta kegiatan fisik yang ditender di awal.
Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan serapan keuangan yakni masing-masing OPD mempercepat proses penyelesaian dokumen agar belanja pihak ketiga bisa menggerakkan roda perekonomian.
“Pak gubernur sudah minta bahwa diadakan perubahan-perubahan alokasi pembiayaan pertriwulan, beliau mengharapkan agar bisa disegerakan dokumen tendernya di triwulan II,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman justru mengklaim, serapan anggaran triwulan I tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu.
“Tahun lalunya berapa? Lebih tinggi sekarang dibanding tahun lalu. Ini kita sudah ada rapat senin coffe morning, Selasa rapat serapan insfrastruktur. Yang ketiga hari rabu adalah serapan PBJ,” ujarnya.(jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini