Connect with us

Headline

Diperiksa KPK, ASS Ditanya Penghentian Proyek

-

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sebagai saksi di gedung KPK Jakarta, Rabu (2/6). Sebelumnya, pada 23 Maret 2021 lalu ASS juga dipanggil sebagai saksi oleh penyidik antirasuah itu.
“Iya, hari ini (kemarin) saya datang memenuhi panggilan sebagai saksi di KPK. Sama seperti yang pertama, kali ini permintaan keterangan tambahan” kata Andi Sudirman.
Hanya saja, ia tidak merinci perihal apa saja yang ditanyakan oleh penyidik KPK. Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan KPK untuk menjelaskan. Namun dia menegaskan, dirinya mendukung dan menghormati proses hukum yang tengah berlangsung saat ini.
“Saya juga ditanya terkait proyek yang saya hentikan karena tidak ada DPA dalam APBD pokok. Saya jelaskan bahwa itu sudah sesuai. Selebihnya itu kewenangan penyidik KPK untuk menjelaskan. Kita menghormati proses ini,” tuturnya.
Selain ASS, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan kembali putra Nurdin Abdullah M Fathul Fauzy Nurdin. Juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Fathul Fauzy diperiksa KPK terkait kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi (TPK) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021
“Hari ini (kemarin) dijadwalkan pemeriksaan saksi tersangka NA dalam dugaan perkara TPK Suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” kata Ali Fikri.
Fathul Fauzy tidak sendirian diperiksa KPK ihwal kasus yang menyeret ayahnya Nurdin Abdullah. Ia dipanggil bersama tiga saksi lainnya. Termasuk Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
“M Fathul Fauzy Nurdin wiraswasta, Meikewati Bunadi ibu rumah tangga, Yusuf Tyos Wiraswasta, Andi Sudirman Sulaiman Plt Gubernur Sulsel,” demikian daftar nama saksi yang dijadwalkan diperiksa KPK.
Pemeriksaan Fathul Fauzy kali ini sudah yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pemeriksaan pertama Fathul Fauzy Nurdin oleh penyidik KPK pada Rabu (7/4) lalu.

Saat itu, Fathul diperiksa KPK bersama pengusaha Raymond Ardan Arfandy, Kepala Dinas PUPR Bulukumba Rudy Ramlan dan pengusaha John Theodore. Lalu, KPK kembali memeriksa Fathul Fauzy Nurdin yang kedua kalinya pada Rabu (28/4).
Ia dipanggil KPK bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah Akbar Nugraha (wiraswasta), Kendrik Wisan (wiraswasta), dan Muhammad Irham Samad (wiraswasta) Keempatnya diperiksa lembaga antirasuah di Gedung Merah Putih KPK.
Sedangkan ASS tercatat sudah dua kali diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus Nurdin Abdullah. Pemanggilan pertama pada Selasa (23/3) lalu.
Pertama dimintai keterangan di KPK, Andi Sudirman diperiksa kurang lebih enam jam. Ketika itu, ia menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan penyidik KPK.

“Dipanggil sebagai saksi. Pertanyaannya terkait proyek-proyek strategis di Sulsel serta internal prosedur pemerintahan,” ujar Andi Sudirman Sulaiman saat itu, Selasa (23/3) sore.
Sebelumnya, KPK telah memperpanjang penahanan tersangka Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat dalam kasus dugaan TPK suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Perpanjangan penahanan mereka selama 30 hari, terhitung sejak 28 Mei 2021 hingga 26 Juni 2021. Langkah tersebut dimaksudkan guna memaksimalkan pengumpulan data dan memperkuat dakwaan nantinya. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini