Connect with us

Headline

Dari Guru Terjun ke Dunia Entertainment

Syarifah Fatmawati Assegaf, Dirut CV Malabbiri Art Entertainment dan Ketua PADMI Sulsel

-

MAKASSAR, BKM — Ada banyak latar belakang yang dimiliki seorang entertainer. Salah satunya adalah guru. Syarfiah Fatmawati Assegaf melakoni hal itu.

IA mengisahkan perjalanan karirnya saat tampil pada sesi podcast untuk kanal Youtube Harian Berita Kota Makassar, Rabu (2/6). Dipandu host Putri Sasongko, ibu tiga anak itu mengurai apa yang telah dilakukannya selama ini hingga pencapaian bisa seperti saat ini.
Syarifah merupakan alumni Universitas Negeri Makassar (UNM). Dari kampus pencetak para pahlawan tanpa tanda jasa itu, ia kemudian meniti profesi sebagai tenaga pengajar. Syarifah adalah guru mata pelajaran seni budaya.
Kecintaannya terhadap dunia entertaint sudah ditunjukkannya ketika masih duduk di bangku SMP tahun 1990-an. Kala itu ia rajin ikut lomba, mulai dari modelling, penyanyi, teater dan yang lainnya. ”Jadi, saya tidak bisa dipisahkan dengan dunia ini (entertaint) sampai sekarang. Menjadi penyemangat dalam hidup,” tuturnya.

Ada alasan yang membuatnya eksis dan bertahan di dunia entertainment, yakni melatih percaya diri. ”Jangan pernah takut untuk berprestasi. Jangan takut gagal. Selalu ikut lomba. Dari situ kita bisa belajar apa yang menjadi kekurangan kita.” ujarnya memberi tips kepada kaum milenial.
Setelah menikah dan berumah tangga, Syarifah sempat vakum. Ia fokus membesarkan ketiga orang buah hatinya, yang saat ini telah dewasa. Saat itu dirinya tetap mengajar. Juga menjadi penyiar di radio milik Pemkab Maros selama tujuh tahun. Ia juga pernah tercatat sebagai seorang wartawati, pembawa acara, serta protokoler untuk acara yang dihadiri bupati.
Peluang untuk terjun di dunia sinetron nasional diperolehnya pada tahun 2015. Ketika itu Syarifah jalan-jalan untuk berlibur di Jakarta. Di ibu kota negara, ia bertemu dengan seorang teman yang juga seorang sutradara. Tawaran untuk main sinetron diperolehnya. Gayung pun bersambut. Syarifah menerimanya.

Tukang Bubur Naik Haji menjadi debutnya di dunia sinetron nasional. Ia juga sekaligus menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di bulan Agustus. ”Sekali jalan, banyak yang dilakukan,” ujarnya.
Namun karena hanya jalan-jalan, ia tidak lama di Jakarta. Syarifah kembali ke Maros dan kembali menggeluti profesinya sebagai guru. Juga menggeluti dunia entertainment.
Di tahun 2018, tawaran untuk tampil di layar kaca kembali datang. Sebuah production house (PH) televisi swasta nasional memanggilnya guna mengikuti casting di Jakarta. Lolos casting, Syarifah pun dilibatkan dalam sejumlah sinetron. Hingga akhirnya hampir 20 judul sinetron telah dibintanginya. Di antaranya Dunia Terbalik, Pintu Berkah, Kisah Nyata, serta Asab.
Eksistensinya di dunia entertainment, Syarifah akhirnya mendapat kepercayaan memimpin organisasi artis dan musik. Masing-masing Parfi Maros, dan Ketua Persatuan Artis Dangdut dan Musisi Indonesia (PADMI) Sulsel periode 2020-2025.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pengembangan dunia entertant di daerah ini, Syarifah lalu mendirikan Yayasan Malabbiri Art Entertainment. Bergerak di pelatihan dan pembelajaran non formal, yayasan ini telah memasuki angkatan kedua untuk peserta binaannya.
”Untuk saat ini saya lebih fokus ke pengembangan personnya. Karena itu Yayasan Malabbiri Entertainment didirikan. Bukan hanya untuk kelas akting, tapi juga ada model, olah vokal, public speaking, menari, hingga make up,” terangnya.
Talenta muda dengan segudang prestasi di dunia modelling, Aulia Amanda yang sebelumnya juga tampil di Podcast Youtube BKM, merupakan binaan yayasan yang dipimpin Syarifah. ”Terus terang kami bangga dengan Aulia. Karena sementara dalam pembinaan kami, ia sukses mencetak prestasi,” tandasnya.
Yayasan Malabbiri saat ini berlokasi di sebuah ruko tak jauh dari kawasan Pantai Tak Berombak (PTB) Maros. Namun dalam waktu dekat akan pindah ke Jalan Bambu Runcing, Maros. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini