Connect with us

Headline

Danny: Hati-hatiki, Banyak Pa’kappala Tallang

Kukuhkan 16 Pejabat, Ingatkan Waspadai Tawaran Jabatan

-

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengukuhkan 61 pejabat di Ruang Sipakatau Balai Kota, Senin (7/6). Mereka adalah pejabat eselon II, III, dan IV. Termasuk di antaranya adalah Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Andi Bukti Djufri dan Asisten II Sittiara, yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas karena nomenklatur kedua jabatan tersebut berubah.
Beberapa pelaksana tugas lainnya juga dikukuhkan. Yakni Kabag Hukum Hari, Kabag Kesra Syarif, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Fuad Azis, Kabag Umum Suwiknyo, Kabag Protokol Firman Pagarra, Kabag Administrasi Pembangunan Haidil Adha, Kabag Kerja Sama Subaedah, Kabag Tata Pemerintahan Andi Mappanyukki dan Kabag Keuangan Iswadi. Setelah dikukuhkan, Andi Bukti Djufri dan Sittiara langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan job fit yang sebelumnya tidak bisa dilakukan karena berstatus pelaksana tugas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Andi Siswanta Attas mengatakan, rencananya, job fit untuk kedua pejabat tersebut akan dilaksanakan hari ini, Selasa (7/6). “Karena sudah dikukuhkan, Pak Bukti dan Ibu Sittiara sudah bisa mengikuti proses job fit. Rencananya besok (hari ini) akan dilaksanakan, ” ungkap Siswanta.
Selanjutnya, kata dia, hasil job fit kedua pejabat tersebut akan secepatnya diserahkan ke wali kota agar tahapan resetting pemerintahan sudah bisa dilaksanakan.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengemukakan, setelah seluruh hasil job fit sudah disetorkan, maka evaluasi terlebih dahulu akan dilaksanakan oleh Wakil Wali Kota Hj Fatmawati Rusdy. Untuk memastikan apakah pejabat yang ikut job fit lolos tes, maka yang bersangkutan harus memenuhi tiga kriteria. Yakni bebas temuan Inspektorat, bebas temuan BPK, dan jujur dalam pelaporan LHKPN.
“Jadi kalau tiga kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka pejabat yang bersangkutan terancam non job, ” ungkap Danny.
Rencananya, hari ini, wawali mulai akan melakukan verifikasi pada hasil job fit pejabat agar proses mutasi di tubuh Pemkot Makassar bisa segera terlaksana. Selanjutnya, kata Danny, setelah melakukan mutasi pejabat eselon II berdasarkan hasil job fit, giliran pejabat eselon III dan IV yang akan dimutasi/dilantik.

Khusus jabatan eselon II yang kosong setelah job fit dan mutasi, akan dibiarkan dulu untuk diisi pelaksana tugas. Setelah mutasi eselon III dan IV, Danny-Fatma mulai akan melakukan perombakan dan resetting di tubuh RT/RW, LPM, hingga pegawai kontrak. Jika seluruhnya sudah tuntas, barulah Danny-Fatma akan membuka tahapan lelang jabatan.
“Sengaja lelang jabatan dilakukan pada akhir resetting agar para eselon III yang berprestasi juga bisa ikut lelang,” tambah Danny.
Pada kesempatan itu, Danny mengingatkan kepada seluruh pihak agar hati-hati terhadap orang yang menawarkan jabatan. “Hati-hatiki sekarang. Banyak pashowbis bela, pa’kapala tallang. Mengaku bisa mengurus untuk bisa dapat jabatan. Saya tegaskan yah, tidak ada yang seperti itu. Istriku saja tidak tahu siapa saya mau lantik. Kalau ada yang tawarkan, pasti bohong,” tegasnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini