Connect with us

Kriminal

Perampok dan Pemerkosa Mahasiswi Ditembak

-

BKM/CHAIRIL INDRA TEMBAK -- Kasat Reskrim Polrestabes Makassar didampingi Kasubag Humas Polrestabes Makassar dan Kapolsek Manggala saat memberikan keterangan soal pengungkapan kasus pemerkosaan dan perampokan di aula Mappaoddang, Polrestabes Makassar. Dua dari empat pelaku hanya bisa terduduk pasrah setelah kaki mereka dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat dilakukan pengembangan.

MAKASSAR, BKM — Jatanras Polrestabes Makassar mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan dan disertai pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Bahkan, dua dari empat orang pelaku terpaksa ditembak kakinya oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar karena mencoba mengelabui petugas saat dilakukan
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khareul didampingi Kapolsek Manggala, Kompol Supriady idrus, Kasi Humas, AKP Lando, dalam press release di aula Mappaoddang, Senin (7/6), Polrestabes Makassar mengungkapkan, berdasarkan pengaduan masyarakat pada (29/5) 2021 di wilayah Polsek Manggala diduga terjadi perampokan disertai pemerkosaan di sebuah rumah kos di wilayah hukum Polsek Manggala, Polrestabes Makasar.

Dari informasi tersebut Jatanras Polrestabes Makassar langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan langkah langkah proses peyidikan dengan mendatangi TKP, mengolah TKP, melakukan interogasi beberapa saksi dan  menganalisa hasil rekaman CCTV.
Setelah ciri–ciri dan keberadaan pelaku diketahui, petugas langsung melakukan pengejaran di wilayah galesong Kabupaten Takalar dan berhasil menangkap pelaku utama, yakni lelaki M Rizal alias Aco (38), warga Desa Sampungan, Kabupaten Takalar.
Setelah diamankan, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya, yakni lelaki Aswandi (27), di Desa Bonto Ramba, dan lelaki Fajar (27) di Jalan Muhammad Yamin Makassar termasuk penadah hasil kejahatannya bernama Yusuf (35) di Jalan HR Daeng Ngunjung.
”Penadah ini mempunyai peran mengumpulkan barang curian kemudian menjualnya”, Ujar  Kasat Reskrim. Dari hasil interogasi, keempat pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di sebelas TKP berbeda dengan modus yang sama sasaran rumah kos yang khusus dihuni oleh putri.
Keempat pelaku mempunyai peran masing–masing, lelaki Aswandi mencari lokasi, menggambar lokasi dan setelah itu menjaga keadaan atau situasi di luar. Selanjutnya  pelaku utama, lelaki M Rizal alias Aco, masuk ke dalam rumah kos dan melakukan aksinya.

”Para tersangka akan dijerat dengan pasal 365 , pasal 368 kemudian dugaan pemerkosaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Adapun barang bukti hasil curian yang berhasil diamankan di beberapa TKP sebagian besar barang elektronik berupa handphone termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku untuk mengancam korbannya seperti yang terjadi di wilayah Manggala. Dimana korbannya diperkosa, dan sebelumnya diancam dengan senjata tajam lalu pelaku mengambil barang dan melakukan pemerkosaan,” terangnya.
Atas perbuatan mereka dua pelaku terpaksa ditembak atau dilumpuhkan kedua kakinya adalah M Rizal (pelaku pemerkosaan) dengan timah panas. Karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan beberapa barang bukti. Termasuk pencarian para pelaku lainnya,” pungkas Kasat Reskrim. (jul)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini