Connect with us

Sulselbar

PT Hujan Berkat Minta Kembalikan Rp 3, 3 M

-

KEMBALIKAN -- Rekanan pembangunan Kantor Bupati Toraja Utara tahun 2017 lalu PT Hujan Berkat diminta mengembalikan anggaran Rp 3.3 milyar lebih hasil temuan audit BPK Wilayah Sulsel. Tampak Kantor Bupati Toraja Utara.

RANTEPAO, BKM — Rekanan pembangunan Kantor Bupati Toraja Utara tahun 2017 lalu PT Hujan Berkat diminta mengembalikan anggaran senilai Rp 3.3 milyar lebih hasil temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Sulsel.

Plt Kepala Inspektorat Toraja Utara Yermia T Marewa membenarkan hal itu. Pihaknya telah mengantongi surat keputusan penagihan. Namun hingga kini belum ada itikad baik dari PT Hujan Berkat.
PT Hujan Berkat diminta segera melakukan pengembalian dan jika batas waktu ditentukan belum ada realisasi, Inspektorat akan menerbitkan SK permintaan bantuan dari Kejari untuk melakukan penagihan.
”Pemkab sudah menurunkan tim penagih dan PT Hujan Berkat diminta segera melakukan pembayaran,” ujar Marewa.
Kasus PT Hujan Berkat terungkap saat majelis pertimbangan menggelar tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TP-TGR) keuangan negara/daerah di Morante, 23 Juni 2020 lalu.
Saat itu PT Hujan Berkat dituntut mengembalikan kerugian negara sebesar Rp3.3 miliyar. Mencukupkan volume kualitas dan kuantitas pekerjaan belum dilaksanakan pada pembangunan kantor bupati sebesar Rp 890.061.480,09 tahun anggaran 2018.

Sekdis Perumahan Rakyat dan Permukiman Torut Kristian Y Mendeng mengatakan proses pemeriksaan proyek kantor Bupati Torut masih berlangsung oleh Polda Sulsel.
”Sudah beberapa orang dimintai keterangan oleh tim penyidik Polda Sulsel tindak lanjut temuan LHPBK provek pembangunan Kantor Bupati Torut,” jelasnya. (gus/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini