Connect with us

Headline

Yugo Koleksi Enam Mercy, Dua Pakai Kaca Anti Peluru

-

MAKASSAR, BKM — Mengoleksi kendaran roda empat dengan tipe yang berbeda sudah banyak pelakonnya. Namun, yang setia dengan satu mereka sangat kurang. Dari yang sedikit itu satu di antaranya adalah Yusuf Gunco.

BKM/NUR HAMZAH
KOLEKSI MERCY-Pengacara senior Yusuf Gunco diambil fotonya bersama tiga dari enam mobil Mercy koleksinya.

Di garasi rumah advokat senior di Jalan Kumala, Kota Makassar ini terparkir enam mobil dengan satu merk, yaitu Mercedes Benz. Masing-masing tipe GE280, S320, E280, tipe S dan Mercy Tiger.
Di kanal Youtube Berita Kota Makassar, Yugo menjelaskan detail keenam koleksinya itu. Dimulai dari varian jeep GE280. Mobil warna hitam keluaran tahun 1986 ini ia dapat dari almarhum Ichsan Yasin Limpo, mantan bupati Gowa. Kendaraan itu lalu kemudian dibenahi hingga menyerupai tipe G55.
”Saya modifikasi habis dengan tipe Brabus. Di Mercedes Benz, tipa jeep inilah yang paling tinggi harganya. Di kisaran Rp6,7 miliar. Saya modif dari tipe GE280 menjadi G55 di Jakarta dengan menghabiskan buaya Rp300 juta. Sekarang sudah ditawar Rp500 juta, tapi belum saya jual. Karena istri saya paling senang pakai,” terang Yugo.
Diapun berjanji tidak akan menjual mobil bercat hitam ini. Yugo berjanji akan terus memeliharanya, sebab auranya sudah menyatu.
”Kelebihan yang paling saya sukai dari mobil ini, ketika dipakai suspensinya sangat enak. Begitu gigi dikasih masuk, pernya langsung naik. Saat normal, pernya kembali normal. Safetynya luar biasa,” tandas Yugo.

Ia kemudian beralih ke mobil sedang tipe S320. Di kelas sedan, Mercy tipe ini merupakan paling atas. Mobil keluaran tahun 1996 ini merupakan pemberian dari salah satu kliennya. Ia mantan wakil ketua MPR RI.
”Dia kasih ke saya, karena tahu kalau saya suka naik Mercy. Dulu kondisinya tidak begini. Saya sudah kerja dan merawatnya sehingga bisa seperti sekarang. Di era pemerintahan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), sudah pakai mobil ini. Mesinnya tidak rewel. Jendela kacanya dobel glass anti peluru. Tidak semua mobil begini mempergunakan standar kaca antipeluru. Mantan pejabat yang kasih. Semua masih standar dan tidak ada yang dimodifikasi,” bebernya.
Beralih ke sedan warna abu-abu yang terparkir agak jauh di garasi depan rumah. Mobil ini tipe C dan masih standar. Ia jarang memakai kendaraan ini. ”Yang banyak pakai tipe ini para kawula muda umur 30-an tahun. Harganya Rp120 juta,” ujarnya.
Untuk tipe E280, diakui Yugo, menempati kelas tengah. Mobil warna hitam ini keluaran tahun 2009. Para pengagum sedan Merdy banyak yang memakainya. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, yaitu di kisaran angka Rp270 juta, dipakainya juga enak. Semuanya masih orisinal.

Berpindah ke mobil yang diklaim Yugo sebagai kendaraan kesayangan. Mobil berkelir hitam ini adalah tipe S600 keluaran tahun 1986. Semua yang ada masih standar. Ia kerap menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari, seperti ke kantor, pengadilan, hingga road show ke daerah-daerah.
”Tidak ada yang saya ganggu. Ini saya beli di Jakarta. Harganya masih Rp210 juta. Sekarang ada teman yang tawar Rp290 juta, tapi belum saya jual. Kaca jendelanya juga anti peluru. Bahkan dobel kaca jendelnya. Ini mobil bekas KTT Asean. Di dalamnya ada meja. Di antara semua sedan, hanya Mercy tipe ini yang punya meja di dalam,” jelas Yugo yang juga pengurus Mercy wilayah timur.
Koleksi Yugo yang terakhir adalah Mercy Tiger produksi tahun 1974. Kala itu, mobil ini banyak dipakai artis serta pejabat negara. Ia mendapatkannya di Makassar dengan harga Rp55 juta. Sudah ada yang menawarnya Rp70 juta, namun belum dilepas. ”Suspensinya bagus. Kalau dipakai, kita seperti diayun,” tuturnya.
Ditanya alasannya kenapa memilih mengoleksi Mercy, Yugo berujar bahwa sejak dulu dirinya memang senang mobil Eropa. Terutama dari segi keamanan berkendara. Bodinya yang tebal, berbeda dengan mobil lain. Tidak mudah ringsek. Berada di atasnya juga terasa enak.

Bagaimana dengan bahan bakar? Yugo menegaskan, Mercy tergolong hemat. Ia mencontohkan, untuk mobil tipe S600, ia kerap menggunakannya ke luar daerah. Makassar-Barru pergi pulang hanya menghabiskan bahan bakar sebesar Rp200 ribu.
Yang tak kalah pentingnya sampai Yugo memilih Mercy, karena modelnya tidak mudah berubah. Perubahan model biasanya dilakukan sekali dalam lima tahun. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini