Connect with us

Headline

Dijemput Teman ke Malino, Dieksekusi di Beberapa Tempat

Mayat yang Ditemukan di Maros adalah Warga Gowa, Dua Orang Diamankan

-

MAKASSAR, BKM — Identitas mayat yang ditemukan dengan kondisi mengenaskan di pinggir hutan kemiri Tompo Ladang, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Jumat (11/6) lalu akhirnya terungkap. Dia adalah Rian. Lelaki usia 20 tahun itu tinggal di Jalan Pallantikang nomor 30, Lingkungan Tamalate, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
BKM berkunjung ke rumah duka, Selasa (15/6). Korban merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan almarhum Abd Latif Dg Sikki dan Farida Dg Simba.

Rita, tante korban yang ditemui, mengatakan ponakannya itu anak baik. Sosoknya kadang pendiam tapi juga ramah. Terkadang pula ia sangat penuh canda. Apalagi jika bersama dengan ibu-ibu tetangga rumahnya.

“Ponakan saya itu anak yang baik. Saya tidak menyangka kalau meninggal dengan cara seperti itu. Sangat sadislah bagi kami. Yang membunuh anak kami sangatlah tidak berprikemanusiaan. Semoga polisi dapat mengusut tuntas kasus ini, ” jelas Rita di teras rumah duka saat menunggui jenazah tiba di rumahnya dari RS Bhayangkara.

Suasana rumah korban di Jalan Pallantikang tampak dipadati pelayat yang didominasi para keluarga dan tetangga.

Sementara orangtua korban, yakni ibunya bersama saudara Rian masih berada di RS Bhayangkara untuk proses identifikasi korban. Pihak keluarga sudah sangat yakin bahwa anak lelaki yang tewas dibakar dan viral di media sosial adalah anak mereka. Sehari sebelumnya, mayat Rian telah dites DNA.
Dikatakan Rita, korban meninggalkan rumahnya dengan alasan hendak ke Malino karena ada acara temannya. Rian pergi pada hari Selasa, pekan lalu.

Saat pergi, pihak keluarga tidak ada perasaan apapun.
Tapi menjelang dua hari, tetiba Rian menelepon kakaknya. Dia mengabarkan bahwa perasaannya sedang tidak enak.

“Waktu itu, Rian menelepon ke kakaknya dan bilang perasaannya tidak enak. Disuruh pulangmi. Tapi dia bilang tidak tahu di mana dia berada. Setelah itu temannya mengirim pesan WA ke kakak Rian, dan menyampaikan Rian dalam kondisi baik-baik saja. Amanji bede nabilang itu temannya. Setelah percakapan hari itu, HP Rian lalu tidak aktif lagi sampai sekarang. Namun yang jelas, Rian pergi dijemput temannya di rumah,” jelas Rita.

Sejak tamat SMA, Rian tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Ibunya bekerja serabutan. Termasuk mencuci pakaian orang lain. Dari pengakuan teman SD dan tetangga rumahnya, almarhum termasuk cowok pendiam.

Dg Ngagi, tante korban lainnya, mengatakan Rian tidak punya pekerjaan tetap. Tapi dia sangat senang membantu tetangganya menjual nasi kuning. Dari situ dia bisa mendapatkan upah untuk keperluan sehari-harinya.

“Terakhir dia punya uang Rp200 ribu dan bilang mau rayakan ultahnya di tanggal 5 Juni 2021. Tapi kami bilang simpan saja uangmu untuk keperluan lain, karena ultahnya sudah lewat. Tapi dia tetap mau, katanya biarmi lewat,” tutur Rita haru.
Ada firasat yang tanda-tanda yang diperoleh keluarga sebelum penemuan mayat Rian terungkap. Ketika itu tetiba plafon dan balok rumah jatuh tanpa yang menyentuhnya. Selain itu, lemari pakaian Rian juga tetiba retak tanpa ada yang memegangnya.
”Itumi yang terjadi. Mungkin bersamaan ketika Rian sudah tidak adami kodong,” kata Rita menangis.

Keterlibatan Sindikat

Aparat kepolisian masih terus menyelidiki kasus kematian seseorang yang ditemukan tewas terbakar di tepi hutan Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Jumat (11/6) pekan lalu. Terkini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Endra Zulpan menyampaikan bahwa tim Resmob Polda Sulsel mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus mayat terbakar tersebut.
Dijelaskan E Zulpan, berdasarkan analisa penyidik usai mengamankan dua orang tersebut, terkait kejadian mayat terbakar tersebut, para pelaku mengeksekusi korbannya di beberapa tempat. Selain itu, ditengarai pula keterlibatan sindikat penjualan anak.

“Jadi, tim Resmob Polda Sulsel masih terus bekerja hingga saat ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera diungkap,” ujarnya, Selasa (15/7).

Tentang identitas korban, E Zulpan menjelaskan, seorang perempuan warga Gowa melaporkan datang melapor ke Mapolres Maros, Senin (14/6). Ia mengaku kehilangan anaknya. Kedatangannya setelah melihat sketsa wajah korban yang disebar semua polres dan dan melalui media.
Satuan Reskrim Polres Maros yang melakukan pemeriksaan, mendapati beberapa kemiripan yang identik dengan ciri-ciri pada tubuh korban yang ditemukan terbakar di Mallawa. Selanjutnya tim Resmob Polda Sulsel yang menangani kasus tersebut langsung melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Maros dan meminta keterangan lebih dalam terhadap pelapor. Setelah itu diarahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Labfor Polda Sulsel.

“Hasil koordinasi dengan anggota Labfor Polda Sulsel didapati kemiripan dan kecocokan ciri-ciri khusus pada mayat yang ditemukan di Kecamatan Mallawa. Kecocokan awal terdapat pada gigi korban. Juga perbandingan melalui foto korban yang dimiliki oleh pelapor,” terang E Zulpan

.
Labfor kemudian melakukan tes antemortem dan postmortem kepada keluarga pelapor dengan mayat yang ditemukan. Namun, sampai saat ini hasil tes belum dirilis oleh Tim Labfor Polda Sulsel.

“Terdapat kecocokan fisik anak pelapor dengan mayat yang ditemukan di Tompo Ladang. Sementara masih menunggu hasil tes antemortem dan postmortem yang dilakukan oleh Tim Labfor Polda Sulsel untuk lebih memastikan keakuratan anak pelapor dengan mayat (korban),” tandas E Zulpan. (*-sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini