Connect with us

Kriminal

Penyidik Lengkapi Petunjuk JPU

Skandal Suap Proyek DAK Bulukumba Rp49 Miliar

-

MAKASSAR, BKM — Penyidik bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, kini tengah melengkapi berkas petunjuk (P-19). Kasus dugaan korupsi skandal suap proyek DAK (Dana Alokasi Khusus) SENILAI Rp49.819.000.000 tahun 2017 di Kabupaten Bulukumba.
Penyidik melengkapi petunjuk JPU, setelah berkas penyidikan perkara tersebut dikembalikan dan dinyatakan belum lengkap oleh JPU. Adapun petunjuk dalam surat P-19 yang disertakan JPU dalam berkas penyidikan yang dikembalikan tersebut adalah merupakan petunjuk, berupa syarat formil.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kasi Penkum Kejati) Sulsel, Idil, membenarkan jika penyidik dalam kasus dugaan korupsi skandal suap proyek DAK Rp49.819.000.000 tahun 2017 di Kabupaten Bulukumba.

Kini, penyidik sedang melengkapi petunjuk berkas penyidikannya. ”Penyidik sementara melengkapi petunjuk dari penuntut umum,” ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel Idil, Rabu (16/6).
Idil menuturkan, bila dalam waktu dekat penyidik optimis mampu melengkapi petunjuk tersebut. ”Penyidik optimis perkara sudah bisa dinyatakan lengkap,” tutur Idil.
Nanti setelah dinyatakan lengkap, tentu kemudian perkara tersebut juga akan langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar untuk disidangkan.
Sebelumnya, dalam penyidikan kasus ini, penyidik Pidsus Kejati Sulsel baru menetapkan satu tersangka, yakni oknum pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Andi Ichwan (AI).

Tersangka juga diketahui merupakan salah satu pihak yang melaporkan, adanya dugaan suap dalam proyek DAK Bulukumba tersebut. Ironisnya, penyidik justru malah menetapkan Andi Ichwan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang dilaporkannya beberapa waktu lalu.
Andi Ichwan dalam kasus ini disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 5 ayat (2), pasal 11, pasal 12 huruf a, pasal 13, Undang undang Tindak Pidana Korupsi. jo pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHP. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini