Connect with us

Gojentakmapan

Adnan Mengaku Kewalahan Ladeni Pertanyaan Mendagri

-

UJIAN -- Adnan Purichta Ichsan saat menjalani ujian tutup pada program doktoralnya di pascasarjana Unhas.

GOWA, BKM — Adnan Purichta Ichsan yang menjalani ujian tutup pada program doktoralnya di pascasarjana Unhas. Bupati Gowa ini mengaku kewalahan meladeni pertanyaan yang dilontarkan penguji eksternalnya, Tito Karnavian yang juga adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Mendagri yang memang sengaja dipilih Adnan untuk ujian tutupnya, itu bukan hal biasa. Adnan tahu seberapa hebat otak mantan Kapolri ini. Sehingga Adnan tertantang untuk memilih Tito sebagai penguji eksternalnya.
Saat ujian tutup secara virtual di ruang tengah rumah jabatannya, Rabu (16/6), Adnan mengaku kewalahan menghadapi Tito. Namun bukan Adnan namanya kalau tidak punya jurus istimewa menghadapinya.

Terbukti usai diberondong pertanyaan dan Adnan menjawab tuntas, putra mendiang Ichsan Yasin Limpo ini malah dapat hadiah nilai A dari Tito Karnavian. Padahal, Adnan mengaku nervous. Apalagi pertanyaan Tito ternyata terkait sistem pemerintahan oligarki.
Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang dipegang kelompok elit kecil dari masyarakat (dikutip dari wikipedia). Namun Adnan adalah salah satu figur cerdas yang matang dari dunia pemerintahan meski kariernya di pemerintahan baru berjalan di periode kedua sebagai bupati Gowa.
Dalam program doktoralnya (S3) di Unhas Makassar ini, Adnan mempertahankan argumennya dalam disertasi berjudul ‘Pengaturan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia’.
Pada ujian tutup ini, Mendagri Tito Karnavian mempreteli Adnan berdasarkan paparan hasil perbaikan disertasinya yang diberikannya pada saat ujian hasil beberapa waktu lalu. Salah satunya mengenai latar belakang masalah yang tidak dipertegas tentang tidak ada kesamaan kedudukan antara calon perseorangan dengan calon usungan partai politik.
”Pada saat ujian hasil kemarin kita ada saran dari Prof Ilmar mengenai latar belakang dan telah kami perbaiki dalam disertasi dan mempertegas tentang tidak adanya kesamaan kedudukan antara calon perseorangan dengan calon usungan partai politik, begitupun dengan pengaturan calon perseorangan dalam UU Nomor 12 Tahun 2008 sebagai konsekuensi dari putusan MK yang membatalkan Pasal 56 ayat (2), Pasal 59 ayat (1) sampai ayat (3) UU No. 32 Tahun 2004. Ketidaksamaan juga terlihat dari persyaratan dan prosedur yang berat dan cenderung mudah digugurkan bagi calon perseorangan,” jelas Adnan di hadapan layar monitor saat virtual.
Dari hasil ujiannya kali ini, dirinya kembali meraih predikat sangat baik dengan nilai 90,26. Adnan pun mengaku bahagia karena sebentar lagi akan meraih gelar doktor.

”Alhamdulillah, hari ini saya telah melaksanakan ujian tutup dan tentu merupakan tahapan untuk bisa mendapatkan gelar akademik tertinggi di pendidikan formal, yaitu gelar doktor,” kata Adnan.
Setelah ujian ini, kata Adnan, masih ada satu tahapan yang harus dilaluinya, yakni sidang terbuka atau ujian promosi. Sehingga dirinya berharap tahapan tersebut bisa dilewati dengan lebih baik lagi.
”Mohon doanya karena masih ada satu tahapan lagi, yaitu sidang terbuka atau ujian promosi. Nanti setelah itu barulah tuntas sudah seluruh tahapan untuk bisa meraih gelar akademik tertinggi di pendidikan formal. Sementara saran dan masukan dari penguji sudah dicatat dan direkam dan akan dilakukan perbaikan dalam waktu dekat dan meminta jadual untuk ujian terbuka mungkin di awal Juli,” tambah suami dari Priska Paramita Adnan ini.

Turut menguji pra promosi doktor Adnan, masing=-masing Prof Farida Patittingi, Prof Syamsul Bachri, Prof Marwati Riza, Prof Hamzah Halim, Prof Aminuddin Ilmar, Prof Achmad Ruslan, dan Dr Muh Hasrul. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini