Connect with us

Headline

Setujui Proposal Anggu, NA Dapat Jatah 7 Persen

-

BKM/CHAIRIL SIDANG-Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi yang mendudukan terdakwa Agung Sucipto berlangsung di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (17/6).

MAKASSAR, BKM — Tersangka mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulsel Edy Rahmat, mengaku menerima uang proyek sebesar Rp2,5 miliar. Duit tersebut dititip oleh Agung Sucipto untuk diserahkan kepada Gubernur Sulsel ketika itu HM Nurdin Abdullah.
Pengakuan itu disampaikan Edy ketika bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi suap dan gratifikasi yang menyeret Gubernur HM Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (17/6). Kontraktor asal Bulukumba Agung Sucipto alias Anggu menjadi terdakwa di persidangan.
Dalam sidang kasus yang berlangsung alot tersebut, Edy Rahmat membeberkan sejumlah keterangan dan fakta terkait peran dirinya dalam kasus ini. Ia mengaku mengenal Anggu sejak tahun 2014, saat dirinya menjabat sebagai kepala Bidang Bina Marga di Pemkab Bulukumba. Ada pekerjaan jalan yang dilaksanakan oleh terdakwa Agung Sucipto di Kabupaten Bantaeng ketika Nurdin Abdullah masih menjabat sebagai bupati Bantaeng.
Selain itu, Edy Rahmat juga mengaku kenal dengan Sari Pudjiiastuti yang saat itu menjabat sebagai Kabag Pembangunan dan kepala ULP di Kabupaten Bantaeng, ketika NA masih menjabat sebagai bupati. “Sepengetahuan saya, Sari Pudjiastuti juga dipercaya oleh Pak Nurdin bila ada pekerjaan atau proyek,” tandasnya.

Edi Rahmat mengaku pindah ke Dinas PUPR Pemprov Sulsel sejak 2018 sebagai staf. Kemudian tahun 2020 ia dilantik kepala Seksi Reservasi Jalan. “September 2020 saya dilantik jadi sekretaris di Dinas PU berdasarkan SK gubernur,” ujarnya.
Sementara Sari Pudjiastuti diangkat sebagai staf di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel pada tahun 2019. “Pada tahun 2020 Bu Sari diangkat sebagai kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa,” tandasnya.
Di tahun anggaran 2019 ada proyek jalan yang dikerjakan Agung Sucipto. Salah satunya proyek jalan Palampang-Botolempangan.
Pada 26 Februari 2021, Edy Rahmat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK. Yang disita koper warna hijau berisi uang Rp2 miliar. “Dari Pak Agung saya terima sebesar Rp2,5 miliar di RM Nelayan. Pak Agung yang telepon saya. Saya ketemu dengan Pak Agung di atas mobilnya. Saya naik ke atas mobil Pak Agung. Pak Agung bilang, Rp2,5 miliar sudah dia siapkan dan ada juga proposalnya,” ungkap Edy Rahmat.
Kemudian uang yang diterima dari Agung tersebut, kata Edi Rahmat, diserahkan ke gubernur. “Dalam koper isinya Rp2 miliar. Yang Rp500 juta itu disimpan dalam tas. Saya diserahkan uang itu di Taman Macan, karena di Rumah Pak Gubernur banyak CCTV,” terang Edi Rahmat.
Adapun terkait proposal tersebut, Edi Rahmat menyebutkan, itu milik Agung Sucipto untuk diserahkan ke Nurdin Abdullah. Proposal terkait proyek bantuan pembangunan irigasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar di Kabupaten Sinjai. “Uang yang diserahkan Agung sebagai tanda ucapan terima kasih untuk Pak Gubernur,” tandasnya.

Lebih lanjut Edy Rahmat menerangkan, bahwa ada juga penyerahan uang sebesar Rp1,050 miliar. Itu untuk proposal proyek bantuan pembangunan irigasi di Kabupaten Sinjai. “Iya betul, ada jatah untuk Pak Gubernur sebesar 7 persen jika proposal tersebut disetujui,” ungkap Edi Rahmat.
Sebelum terjadi OTT KPK, pada tanggal 26 Februari 2021, Edy Rahmat mengaku pernah dipanggil untuk menyampaikan ke Agung Sucipto. “Tolong sampaikan ke Pak Agung, ini kan mau pilkada untuk relawan,” ujar Edi Rahmat menirukan ucapan Nurdin Abdullah.
Saat bertemu di Bulukumba, Agung Sucipto mengatakan kepada Edy Rahmat akan mengusahakan uang tersebut. Pada tanggal 25 Februari 2021 Edy Rahmat bertemu berdua di sebuah kafe Jalan Hertasning. Dalam pertemuan itu mereka hanya membahas soal pemberian uang bantuan tersebut.
“Rp1 miliar untuk Pak Gubernur, Rp1,5 milar untuk uang proyek, dan Rp1,050 miliar lagi untuk proposal Pak Agung,” tandas Edi Rahmat. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini