Connect with us

Sulselbar

Tolak Dialog, Massa Ampas Minta Diterima Kejati

-

MAMUJU, BKM — Aliansi Mahasiswa Pemuda Sulbar (Ampas) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar baru-baru ini.

Masa AMPAS mendesak Kejati Sulbar untuk membuka kembali penyelidikan kasus tersebut secara transparan ke publik utamanya yang berkaitan dengan bidang SMK. Tuntutan yang lainya adalah mengenai inisial “Kosong-Kosong” yang santer disebut sebagai sebagai otak terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan tahun 2020.
“Kejati harus membuka penyelidikan terhadap “Kosong-Kosong” ini. Tangkap dan adili!” tegas koordinator aksi, Asrul Ruslan.

Ia pun menduga ada kongkalikong antara Kejati dan “Kosong-Kosong” jika tak berani membuka penyelidikan tersebut.
Lima poin tuntutan AMPAS, yakni membuka penyelidikan terhadap pihak yang diistilahkan “Kosong-Kosong” yang disinyalir mendapat fee 10 persen dari pelaksanaan DAK pendidikan dengan total anggaran Rp 203 miliar, meminta untuk memperlihatkan LPJ Bidang SMA & SMK yang dikelola sebanyak lima persen dari pagu anggaran.

Meminta Gubernur Sulbar menindak tegas bawahannya yang melakukan tindak pidana korupsi. Menuntut Kejati Sulbar bisa profesional dan transparan dalam proses hukum kasus dugaan Tipikor DAK pendidikan Disdikbud Sulbar, baik PSMA maupun PSMK. Mendesak Kepala Kejati Sulbar agar mengungkap pihak “Kosong-Kosong” dalam kurun waktu 14 hari. Jika tidak, Kepala Kejati diminta mundur dari jabatan.
Sementara pejabat Kejati Sulbar Hotma P Hutadjulu mengatakan apa yang disampaikan patut hari diapresiasi tetapi tidak semua tepat. Kenapa karena ada beberapa item yang belum dilakukan pemeriksaan.
“Tidak mungkin kami lakukan kebijakan yang mampu memuaskan semua pihak. Semua ada koridornya dan SOP-nya,” jelasn Hotma.
Korlap Aksi Asrul menolak melakukan negosiasi dan dialog dengan Kejati selama bukan Kajati yang menerima aspirasi mereka. (zul/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini