Connect with us

Headline

Pemprov Review Utang Rp92,715 Miliar

-

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih memiliki utang yang belum dilunasi hingga saat ini. Rencananya, utang tersebut akan dianggarkan dalam APBD Perubahan 2021.

Selain melalui metode tersebut, pemprov juga akan mengambil salah satu opsi pelunasan utang melalui metode parsial.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat Sulsel Sulkaf S Latief mengatakan, dua metode ini muncul karena terdapat banyak hal yang mesti diperhatikan di dalamnya.

Sulkaf menyebutkan, pembayaran utang melalui dua opsi ini sementara dikoordinasikan dengan pihak DPRD Provinsi Sulsel. Pada intinya dia berharap para pihak ketiga dapat bersabar menunggu pembayaran.

“Jadi pemprov sekarang lagi buat simulasi, melakukan koordinasi dengan DPRD, ini kita bayar di parsial atau di perubahan. Jadi kapan, itu bukan ranahnya Inspektorat menentukan. Intinya kami harap para pihak ketiga di luar pemprov sabar. Bahwa memang kami minta maaf ini kejadian ini,” katanya di Gedung Tower DPRD Sulsel, Rabu, (23/6).

Ia menjelaskan, utang pemprov yang ber-SPM sebesar Rp304 miliar lebih. Namun, data terakhir tersisa Rp3 miliar. Keseluruhan, kata dia, sudah siap untuk dibayar.

Kemudian ada juga utang non SPM, yang administrasinya berada di masing-masing OPD. Utang non SPM inilah, kata Sulkaf, sementara direview.

Ia melanjutkan bahwa Rp92,715 miliar utang direview. Dari angka itu, terdapat Rp57,795 miliar yang secara administratif sudah lengkap dan bisa dibayar langsung melalui pembayaran. Sementara, Rp34,920 miliar menurut BPK masih perlu dilengkapi administrasinya.

“Ada yang Rp92,715 miliar utang direview, dilihat baik-baik. Dari utang itu Rp57,795 miliar lebih dikatakan ini secara administratif lengkap bisa dibayar langsung melalui penganggaran. Tetapi masih ada Rp34,920 miliar dan yang Rp92,715 tadi itu, menurut BPK masih perlu dilengkapi. Jadi kalau lengkap dibayar nanti. Melengkapi persyaratannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah berkomitmen untuk melunasi utang yang ada di pemprov. Karena menurutnya hal ini sudah menjadi kewajiban. Pada intinya, kata Sudirman, pelunasan utang melalui tahap dan mekanisme yang ada. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini