Connect with us

Headline

Sempat tak Direstui Orang Tua di Awal Berkarir

Fatimah Azzahra, Model dan Pemain Film

-

TAK selama restu orang tua didapat ketika pertama kali terjun ke dunia entertaint. Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Hal itu pula dialami Fatimah Azzahra.

Hadir di studio Berita Kota Makassar Lantai III Gedung Graha Pena, Rabu (23/6), cewek cantik yang karib disapa Ara itu berkisah tentang perjalanan karirnya hingga bisa seperti sekarang. Semuanya berawal ketika ia masih duduk di bangku SMA kelas I. Kala itu, seorang guru BK (Bimbingan dan Konseling) mengenalkannya pada dunia modeling. Sang guru ternyata seorang fotografer.
”Pertama kali diajak foto-foto. Waktu itu saya coba-coba saja dulu. Belum ada fee apa-apa,” tuturnya.

Ketika itu, lakon ini digeluti Ara secara sembunyi-sembunyi. Sebab orang tua tidak merestui. Ada beberapa hal yang menjadi alasan. Di antaranya, anggapan dan pikiran macam-macam tentang dunia model.
”Mereka pasti kan tidak ingin terjadi apa-apa kepada anaknya. Apalagi yang fotografernya itu laki-laki. Orang tua takut anaknya salah pergaulan. Jadi waktu itu kalau ada pengambilan gambar, perginya sembunyi-sembunyi. Alasannya pergi bersama teman sambil bawa tentengan, padahal pergi foto,” ujarnya sambil tertawa.
Ketika itu Ara belum mendapatkan fee. Namun, sedikit demi sedikit ia memperolehnya, sampai akhirnya mendapatkan sesuatu dari pekerjaannya itu. Bahkan nilainya terbilang lumayan.
Seiring dengan berjalannya waktu dan pencapaian yang diraih oleh Ara, orang tua pun akhirnya tergerak untuk memberi restu. ”Alhamdulillah, Ara bisa membuktikan kepada orang tua kalau Ara mampu melakukannya dengan baik dan mendapatkan penghasilan sendiri. Restu pun diberikan dan saya bisa seperti sekarang.

Ditanya tentang suka duka menjadi model, Ara menyebut mendapat benefit sebagai sukanya. Sementara dukanya jika harapan tak sesuai kenyataan. Misalnya, di awal sudah membahas tentang konsep dengan EO (Event Organizer). Ketika di lapangan harus berubah konsep dengan menggunakan kostum yang tidak diinginkan. Hal itu akan sangat berpengaruh dan berdampak besar pada hasil pemotretan.
Dia pun berpesan, lebih baik memakai sesuatu yang memang nyaman untuk dikenakan. Jangan pernah memaksakan. ”Kalaupun merasa tidak sesuai, ngomong saja,” tandasnya.
Selain model, Ara juga bermain film. Untuk pertama kali terjun ke dunia ini dia bermain di film berjudul Fanatik. Pemilik berat badan 46 kg dan tinggi 160 cm ini menjadi pemeran utama. Mengaku tertarik main film, selain memang karena belum pernah bermain film, juga ditawari oleh temannya sendiri. ”Awalnya coba-coba, hingga akhirnya tertarik,” terangnya.
Selain model dan film, ternyata Ara juga tercatat memiliki segudang prestasi di bidang akademik. Salah satunya adalah juara satu pada Debate Competition Brainy Collage 2014. Prestasi itu diukirnya ketika masih duduk di bangku SMP. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini